Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Spesial

    Akses Sulit dan Kekurangan Air Jadi Tantangan Pemadaman Karhutla di Kalimantan - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Yudho Shekti Mustiko menegaskan pihaknya terus melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) meski petugas menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

    “Pemadaman terus dilakukan. Apalagi juga Pak Menteri kan juga menugaskan kami untuk membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) dan juga melibatkan masyarakat itu di kegiatan-kegiatan pemadaman,” ujar Yudho dalam keterangannya, Minggu (11/9/2026).

    Baca juga: Prabowo Apresiasi Tawaran Mesir Tambah Beasiswa Sektor Kedokteran, Teknik, dan Sains

    Yudho menjelaskan salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman karhutla adalah keterbatasan akses. Sebab, tidak semua lokasi karhutla mudah dijangkau.

    Meski demikian, ia memastikan petugas Manggala Agni tetap berupaya mencapai lokasi, termasuk melalui jalur air.

    Karhutla Sulit Dipadamkan, BMKG Bongkar Rahasia "Api Bawah Tanah" Lahan Gambut

    “Tantangan yang utama itu aksesibilitasnya luar biasa. Tidak semua bisa kita jangkau. Tapi biarpun sulit-sulitnya dijangkau, kita tetap berupaya. Mau lewat air kita kerjain juga,” katanya.

    Baca juga: Kata Menko Polkam soal PM Malaysia Hubungi Prabowo Terkait Karhutla

    Selain akses, tantangan lainnya yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.

    Menurut dia, petugas Manggala Agni juga turut melakukan pembuatan sumur bor sebagai salah satu opsi pemadaman di daerah yang sulit mendapatkan air.

    Yudho menegaskan sejumlah tantangan tersebut tidak menghentikan upaya pemadaman karhutla di Kalimantan.

    Dia memastikan, petugas tetap bekerja untuk menangani Karhutla di lapangan, termasuk di malam hari.

    Baca juga: Malaysia-Singapura Dikepung Asap Karhutla, Bakom: Di Luar Human Error, Ini Betul-betul Alam

    “Kesulitan ada, tapi bukan berarti kita nggak berupaya ya, kita tetap lakukan terus. Terus teman-teman juga kayak jangankan siang, malam juga dikerjakan,” katanya.

    Yudho juga mengatakan Manggala Agni akan tetap bertahan menjalankan tugas pemadaman karhutla hingga tuntas, meski menghadapi risiko keselamatan.

    “Kalau yang lain mundur, Manggala Agni tetap bertahan biarpun ada risiko keselamatan. Tapi mereka tetap mengerjakan itu,” ujar Yudho.

    Baca juga: Prabowo dan El-Sisi Dorong Deeskalasi Konflik Timur Tengah

    Sebagai informasi, karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Pulau Kalimantan.

    Bahkan, wilayah Kalimantan Tengah belakangan ini mencatat peningkatan titik panas (hotspot) karhutla.

    Adapun berdasarkan data pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (10/10/2026) per pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 793 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20.

    Angka secara nasional tersebut meningkat 356 titik dibandingkan Jumat (9/10/2026) yang mencatat 437 hotspot.

    Baca juga: Prabowo Apresiasi Dukungan Mesir untuk Kapal TNI AL di Misi Perdamaian PBB

    Dari data yang sama sejumlah daerah Kalimantan juga menunjukan peningkatan hotspot dibanding hari sebelumnya.

    Di Kalimantan Tengah tercatat ada 288 titik atau meningkat dari 122 titik; di Kalimantan Barat tercatat ada 44 titik atau meningkat dari 13 titik; di Kalimantan Selatan ada 28 titik atau meningkat dari 13 titik.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Keterbatasan Air Sempat Hambat Pemadaman Karhutla di Kalteng

    Komentar
    Additional JS