Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Spesial

    Balita Menangis Sendirian di Tenda Gunung Prau, Ditinggal Orang Tua Mendaki - Liputan6

    2 min read

     


    Balita laki-laki menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau, Jawa Tengah, lantaran ditinggalkan orang tuanya selama sekitar 1,5 jam mendaki ke puncak. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

    Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pendaki dibuat prihatin setelah menemukan seorang balita laki-laki menangis sendirian di dalam tenda di kawasan Gunung Prau, Jawa Tengah. Anak tersebut diduga ditinggalkan orang tuanya selama sekitar 1,5 jam karena keduanya melanjutkan perjalanan menuju puncak.

    Peristiwa ini menjadi sorotan setelah videonya diunggah oleh akun TikTok @alifs827. Dalam rekaman tersebut, balita yang mengenakan jaket biru dan celana hitam itu tampak menangis tanpa didampingi orang dewasa.

    Melihat kondisi tersebut, sejumlah pendaki yang berada di sekitar lokasi berinisiatif menemani dan menjaga anak itu sembari menunggu orang tuanya kembali.

    Dalam video, seorang pendaki perempuan terlihat berusaha membujuk balita tersebut agar mau digendong. Namun, anak itu menolak sambil menangis, meminta pulang, dan terus menyebut nama orang tuanya.

    Setelah dibujuk cukup lama, balita itu akhirnya bersedia digendong oleh seorang pendaki laki-laki bertopi yang turut membantunya.

    Pengakuan Sang Ayah

    Dalam rekaman video lainnya, ayah balita tersebut terlihat kembali ke tenda tempat anaknya berada. Ia kemudian menjelaskan kepada para pendaki yang telah menemukan dan menemani putranya.

    Perekam video pun mengingatkan sang ayah agar tidak kembali meninggalkan anaknya sendirian.

    "Dedenya nangis lama banget, lain kali jangan ditinggal, Mas," ujar perekam video menegur ayah balita tersebut.

    Sang ayah menjelaskan, ia semula mengira jarak menuju puncak Gunung Prau tidak terlalu jauh dari tenda yang didirikannya. Namun, setelah menyadari perjalanan ternyata lebih jauh dari perkiraannya, ia mengaku panik dan memutuskan kembali lebih dahulu.

    "Iya, Mas. Tadi sudah prepare, Mas. Kita kan sudah panik, maksudnya cek dikira (Puncak Gunung Prau) dekat, ternyata jauh. Makanya saya langsung pulang duluan," jawab ayah balita merespons pendaki lain yang telah menemani putranya.

    Komentar
    Additional JS