Bersikeras Pergi ke Sekolah saat Kabut Asap, 3 Bersaudara Tewas dalam Kecelakaan di Malaysia - Viva

Malaysia, VIVA – Tiga bersaudara tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat hendak pergi ke sekolah di Pontian, Johor, Malaysia. Mereka tetap berangkat meski sekolah diliburkan pada Kamis akibat kabut asap.
Baca Juga
Ketiganya adalah Nordaniel Aiman Norlizan usia 18 tahun, Nordaniel Fikri Norlizan usia 11 tahun, dan Puteri Naufa Raisha Norlizan usia 8 tahun. Nordaniel Aiman, sang kakak tertua, mengantar kedua adiknya menggunakan sepeda motor untuk memastikan sendiri apakah sekolah mereka benar-benar tutup. Namun, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah mereka mengalami kecelakaan.
Kakek mereka kemudian menemukan ketiganya tergeletak tak bergerak di lokasi kejadian.
Baca Juga
Bibi mereka, Norimah Khamis, mengatakan bahwa ibu dan nenek mereka sebenarnya sudah memberi tahu ketiganya bahwa sekolah diliburkan pada Kamis akibat kabut asap.
Namun, Nordaniel Fikri tetap bersikeras ingin pergi ke sekolah. Menurut Norimah, bocah berusia 11 tahun itu sangat menyukai sekolah dan jarang bolos, bahkan ketika sedang kurang sehat.
Baca Juga
"Setelah itu, adik perempuannya juga ingin ikut. Akhirnya, kakak mereka mengantar keduanya menggunakan sepeda motor untuk memastikan sendiri apakah sekolah benar-benar tutup. Tidak ada yang menyangka perjalanan menuju sekolah itu justru merenggut nyawa mereka bertiga sekaligus dengan cara yang begitu tragis," kata Norimah dikutip dari laman SCMP, Sabtu (10/10/2026).
Norimah menggambarkan ketiga keponakannya, yang memiliki tiga saudara lainnya, sebagai anak-anak yang baik.
"Mereka tidak banyak bicara dan cenderung pemalu, terutama Puteri Naufa Raisha, yang merupakan satu-satunya anak perempuan di antara mereka," ujarnya.
Ia mengatakan, uang saku sekolah Puteri Naufa Raisha masih tersimpan di saku baju kurung yang dikenakannya. Baju seragamnya juga terlihat sangat bersih saat ditemukan di lokasi kecelakaan.
"Ibu mereka juga bercerita kepada saya bahwa ia baru saja membelikan sepatu baru untuk Nordaniel Fikri, yang sangat menyukai sepak bola. Sementara itu, Nordaniel Aiman sedang dalam proses mendaftar ke GiatMara, lembaga pelatihan keterampilan dan kejuruan di Malaysia," kata Norimah.
Ayah mereka, Norlizan Khamis Norlizan, yang bekerja sebagai buruh harian, mengaku menerima kabar duka dari ayah mertuanya saat sedang bekerja. Kabar itu memberitahukan nasib tragis yang menimpa ketiga anaknya.
Ia mengatakan, sang mertua kemudian menemukan ketiga cucunya tergeletak tak bergerak di lokasi kecelakaan. Kondisi mereka membuat sang kakek hampir pingsan.
"Seluruh keluarga masih syok. Saya tidak pernah menyangka pagi itu akan menjadi saat terakhir saya melihat mereka hidup," ujarnya.
Ketiga bersaudara itu dimakamkan di pemakaman Kampung Parit Haji Sirat pada Kamis setelah menjalani autopsi.
Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Dr. Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan pihaknya telah mengatur pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Pemerintah negara bagian juga akan memberikan bantuan keuangan serta membantu proses pemakaman.
"Keluarga dan pihak sekolah telah mengonfirmasi bahwa ibu mereka mengetahui adanya penutupan sekolah. Namun, anak-anak tersebut tetap ingin pergi ke sekolah," kata Muhammad Naqib setelah mengunjungi keluarga korban di Pontian.
Ia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, kecelakaan terjadi sekitar 200 meter dari rumah mereka saat ketiganya dalam perjalanan pulang dari sekolah.
"Penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Kami menyerahkan penanganan kasus ini kepada kepolisian," ujarnya.
Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah menghubungi Presiden Indonesia Prabowo Subianto untuk membahas upaya penanganan kabut asap tebal yang menyelimuti Kuala Lumpur dan sejumlah wilayah lain di Malaysia. Kabut asap tersebut muncul di tengah kebakaran hutan dan lahan yang telah berlangsung selama beberapa pekan di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan data IQAir pada Kamis sore lalu, kualitas udara di ibu kota Malaysia berada dalam kategori sangat tidak sehat. Kuala Lumpur bahkan tercatat sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia saat itu.
Pemerintah negara bagian Johor menutup sekolah hingga akhir pekan akibat kabut asap. Kebijakan tersebut berdampak pada sekitar 617.000 siswa, menurut Kementerian Pendidikan negara bagian tersebut.
"Situasi kabut asap ini memang mengkhawatirkan," kata Anwar kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita milik pemerintah Malaysia, Bernama.
Anwar mengatakan, Prabowo telah sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai langkah yang akan dilakukan Indonesia.
Sejumlah wilayah di Asia Tenggara telah diselimuti kabut asap tebal selama lebih dari sebulan. Kondisi ini terjadi ketika Indonesia menghadapi salah satu musim kebakaran hutan dan lahan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran tersebut berkaitan dengan praktik pembukaan lahan menggunakan metode tebang dan bakar yang telah berlangsung lama. Kondisi itu diperparah oleh fenomena El Nino kuat yang menyebabkan cuaca kering di kawasan tersebut.
Malaysia kini berupaya mempercepat pembicaraan dengan Indonesia agar dapat mengirimkan tim untuk membantu memadamkan kebakaran. Anwar mengatakan, pemerintahnya juga berusaha mengatur pertemuan para menteri lingkungan hidup negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Di dalam negeri, pemerintah Malaysia telah mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi dampak kabut asap, termasuk meningkatkan pelaksanaan operasi penyemaian awan guna memicu hujan.
![]()
80 Ton Garam Ditebar di Langit Riau, Bagaimana Kondisi Karhutla Sekarang?
Operasi modifikasi cuaca di Riau menyemai 80 ton garam pada Juli hingga September 2026. BPBD melaporkan titik karhutla nihil, dengan luas lahan terbakar mencapai 20.597

VIVA.co.id
12 Oktober 2026