Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Naturalisasi Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial Timnas Malaysia Tottenham Hotspurs

    Blak-blakan Menteri Malaysia saat Naturalisasi Eks Bek Tottenham Distop, Dokumen Dipalsukan FAM Lagi? - Semua Halaman - Superball

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • BOLA
  • Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:30 WIB

    Calon pemain naturalisasi Timnas Malaysia asal Australia, Giancarlo Gallifuoco. Calon pemain naturalisasi Timnas Malaysia asal Australia, Giancarlo Gallifuoco. (AIZUDDIN SAAD/NSTP)

    SUPERBALL.ID - Naturalisasi eks bek Tottenham Hotspur oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) distop untuk sementara, dokumen kembali menjadi sorotan. 

    Upaya Giancarlo Gallifuoco mendapatkan kewarganegaraan Malaysia menemui hambatan, prosesnya distop sementara alias ditunda. 

    Giancarlo Gallifuoco merupakan pemain kelahiran Australia yang usianya kini sudah menginjak 32 tahun, ia dinaturalisasi lewat alur persyaratan tinggal. 

    Beberapa waktu lalu, Abd Ghani Hassan selaku Presiden FAM mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyerahkan dokumen naturalisasi sang pemain. 

    Namun tiba-tiba mencuat kabar bahwa proses tersebut berhenti di tengah jalan dan belum dapat dipastikan kapan dilanjutkan kembali. 

    Penundaan ini kontras dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail, yang mengklaim negara telah memberi ruang. 

    Namun Saifuddin juga menekankan bahwa kewarganegaraan sipil dan izin olahraga beroperasi pada jalur hukum yang terpisah.

    Untuk naturalisasi di bidang olahraga sepak bola, sebanyak 23 pemain asing telah diberi kewarganegaraan Malaysia sejak 2019.

    "Mereka mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara, dan itu berada di bawah Konstitusi Federal dan Kementerian Dalam Negeri," kata Saifuddin. 

    Baca Juga: Lawak AFC Masukkan Malaysia ke Nominasi Federasi Terbaik, Kekuatan Orang Dalam!

    Seolah belajar dari pengalaman skandal naturalisasi lalu, Saifuddin menegaskan kelayakan pemain membela Malaysia adalah wewenang FAM dan FIFA. 

    Ia secara tegas menyebut Kementerian Dalam Negeri tidak berwenang memutuskan kelayakan pemain asing membela Tim Nasional Malaysia atau tidak. 

    "Bagian kedua adalah kelayakan pemain untuk mewakili Malaysia yang memerlukan pendaftaran di FIFA," kata Saifuddin lagi. 

    "Itu mengikuti piagam dan peraturan FIFA. Itu bukan wewenang Kementerian Dalam Negeri, itu adalah tanggung jawab FAM."

    Situasi ini dianggap telah membingungkan banyak penggemar Timnas Malaysia yang antusias dengan naturalisasi Gallifuoco. 

    FAM diminta tidak diam dan segera memberi klarifikasi serta penjelasan mengapa proses naturalisasi Gallifuoco distop sementara. 

    Seiring diamnya FAM, muncul spekulasi bahwa dokumen naturalisasi yang diajukan untuk Gallifuoco ternyata bermasalah. 

    Menurut laporan media yang sama, Gallifuoco disebut telah berkarier di Malaysia sejak 16 Februari 2021, jika menurut aturan tinggal sebenarnya telah memenuhi.

    Baca Juga: Tak Peduli Aturan FIFA, Menteri Dalam Negeri Malaysia Sahkan Paspor 7 Pemain Naturalisasi Palsu

    Namun indikasi kuat mengenai masalah penundaan berkaitan dengan kontribusi sang pemain untuk Australia pada 2016 saat usianya telah menginjak 22 tahun. 

    "Giliran FAM untuk menjelaskan penundaan tersebut, yang membingungkan para penggemar tentang salah satu bek tengah favorit mereka," tulis NST.com.my.

    "Keraguan seputar dokumen Gallifuoco diduga berasal dari penampilannya untuk Australia di Kejuaraan AFC U-23 tahun 2016 ketika ia berusia 22 tahun," imbuh mereka.

    Menurut pedoman interpretasi FIFA sendiri, perubahan asosiasi tetap sah secara hukum setelah persyaratan domisili domestik selama lima tahun terpenuhi.

    Sehingga publik Malaysia tidak paham mengapa FAM menunda proses naturalisasi sang pemain, masalah sebenarnya belum terungkap. 

    Komentar
    Additional JS