Bocah SD Tewas Dibully 3 Kakak Kelas, Sekolah Menutupi - AFU

Penulis: Mujib Rahman
PEMALANG, AFU.ID, - Seorang bocah kelas 2 SD meninggal karena dianiaya tiga orang kakak kelasnya. Saat ini polisi belum menetapkan "tersangka" atas kasus ini, tetapi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kasatreskrim Polres Pemalang, AKP M Wildan Umar mengatakan, keterangan masih dikumpulkan dari keluarga korban, teman-teman korban, dan pihak sekolah.
Meski polisi belum mengumumkan kronologi kejadian dan belum ada anak yang ditetapkan berhadapan dengan hukum, saat ini banyak konten media sosial yang menyiarkan kasus ini. Konten-konten itu menyebut adanya bullying dan penganiayaan. Tetapi polisi harus mengecek kebenaran dari informasi tersebut dengan fakta-fakta hukum dan forensik. "Kami memeriksa dari nol, tidak bisa mengikuti media sosial," kata Wildan.
Kasus ini bermula dari meninggalnya Muhamad Hasbi Al-Aqib bin Nurwandi, bocah berusia 7 tahun siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Pemalang, pada 30 September 2026 lalu. Ia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah mengeluh sakit perut hebat.
Ibu korban, Diah Indriyanti (36) menjelaskan, awalnya ia mengira anaknya sakit biasa tetapi ternyata ada luka-luka di tubuhnya. Korban juga sempat bercerita telah menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan tiga kakak kelasnya. Penganiayaan sudah berlangsung jauh sebelum anaknya dibawa ke rumah sakit. Pada tanggal 30 September itu anaknya dibawa ke rumah sakit untuk kedua kalinya, namun meninggal ketika dalam perjalanan.
Sebelumnya, anak ini telah dirawat di rumah sakit selama 9 hari, sejak 17 September 2026. Namun setelah dibawa pulang penyakitnya kambuh lagi, dan dibawa ke rumah sakit lagi. Namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Diah mendapat kabar bahwa anaknya menjadi korban bullying, sehingga ia melaporkan hal ini ke polisi. Menindaklajuti laporan tersebut, Bidokes Polda Jawa Tengah melakukan otopsi di RSUD M Azhari, Pemalang. Setelah diotopsi korban baru dimakamkan. Namun sampai saat ini hasil otopsi sendiri belum keluar.
Sebuah unggahan yang viral menyebut, korban mengalami patah tulang belakang dan lambung pecah. Kasus ini menjadi terlambat ditangani karena pihak sekolah menutupi kejadian sehingga keluarga sempat salah pemahaman tentang apa yang diderita korban. (MJR)