BREAKING NEWS: Remaja Perempuan Asal Tasikmalaya Hilang 2 Pekan, Orang Tua Lapor KPAID - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Keluarga-korban-RN-ke-KPAID-Kabupaten-Tasikmalaya-anak-hilang-27102026-1.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang remaja perempuan berinisial RN (15) asal Padakembang dilaporkan hilang sejak 13 Oktober 2026.
- Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya setelah dua minggu tanpa kabar.
- KPAID sedang melakukan kajian mendalam dan berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya untuk mencari keberadaan korban.
- Terdapat kekhawatiran mengenai latar belakang hilangnya korban, meskipun dugaan TPPO belum dapat dipastikan.
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Seorang perempuan inisial RN (15) asal Padakembang dilaporkan hilang sejak hari Selasa (13/10/2026). Hal ini terungkap setelah keluarga melaporkan anaknya yang hilang tanpa kabar ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (27/10/2026).
Didampingi anaknya yang lain dan Ketua RT setempat, sang ibu datang membawa harapan agar keberadaan putrinya segera diketahui.
Bahkan, suasana haru tak terhindarkan, sang ibu tampak tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kegelisahannya atas kondisi anak yang hingga kini belum kembali ke rumah.
Kronologi kejadian bermula pada Selasa (13/10/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, RN berpamitan kepada keluarga dengan alasan hendak bermain.
Saat itu, keluarga tidak menaruh kecurigaan kepergian anaknya tersebut hanya untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Namun, sekitar pukul 21.00 WIB pada malam harinya, seorang warga Singaparna menghubungi keluarga RN menyampaikan bahwa anaknya tidak akan pulang malam itu karena berencana menginap di tempatnya.
Namun, keluarga mulai menaruh khawatir ketika keesokan harinya RN tak kunjung pulang.
Baca juga: Siswi SMK Tasik Ditemukan di PIK 2 Diduga Korban Pengantin Pesanan Kasus TPPO Jaringan Internasional
Keluarga pun semakin kebingungan karena RN pergi tanpa membawa pakaian ganti, hingga menghubungi T teman perempuan korban untuk memastikan keberadaan RN, anak kedua dari empat bersaudara tersebut.
Sayangnya, komunikasi dengan orang yang mengaku berinisial T itu sulit dilakukan. Ketika akhirnya merespons, justru mengaku sudah tidak mengetahui keberadaan RN.
Keluarga juga berulang kali mencoba menghubungi nomor telepon RN. Meski nomor tersebut masih dapat dihubungi, tidak ada respons yang mereka terima.
Sejak saat itulah keberadaan RN belum diketahui secara pasti sampai sekarang.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua RW setempat, Cecep menjelaskan, pihaknya mendampingi keluarga korban untuk melaporkan ke KPAID Kabupaten Tasikmalaya.
Alasan melaporkan ke KPAID karena korban masih dibawah umur tapi sudah tidak melanjutkan sekolahnya di wilayah Padakembang.
"Kalau informasi yang kami dapat, RN ini sudah tidak pulang ke rumah terhitung tanggal 13 Oktober 2026, dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya," ucap Cecep.
Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto membenarkan pihaknya telah menerima pengaduan keluarga RN.
Adapun laporan akan ditindaklanjuti melalui kajian dan penelaahan terhadap berbagai informasi yang disampaikan keluarga.
“Kami menerima pengaduan dan akan mencoba melakukan kajian serta telaah atas peristiwa yang dilaporkan,” kata Ato dikonfirmasi TribunPriangan.com.
Ato mengaku, KPAID akan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Tasikmalaya dan berencana memberikan pendampingan kepada keluarga apabila menempuh langkah pelaporan ke polisi.
"Kami masih mendalami keterangan-keterangan yang ada untuk mengetahui kemungkinan yang melatarbelakangi peristiwa ini,” ungkap Ato.
Ato juga menjelaskan tentang sejumlah kasus yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus pengantin pesanan.
"Kemungkinan itu belum dapat dikaitkan dengan kasus RN, karena kita perlu penelusuran dan bukti lebih lanjut kejadian yang menimpa anak asal Padakembang ini," katanya.(*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News