Danantara Salurkan Rp 1,7 Triliun Filantropi - Trmpo

CHIEF Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani berkomitmen mendanai Danantara Indonesia Trust sebanyak US$ 100 juta atau setara dengan Rp 1,79 triliun (kurs rupiah 17.930 per dolar Amerika Serikat) setiap tahun. Danantara Indonesia Trust adalah unit filantropi dari lembaga pengelola investasi itu.
“Walaupun berusia satu tahun, saya meyakini insyaallah ini akan memberikan dampak baik secara jangka pendek maupun jangka panjang,” ujar Rosan dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Meskipun begitu, Rosan berharap Danantara tak hanya menjadi satu-satunya sumber pendanaan Danantara Indonesia Trust. Seriring waktu, dia berharap para filantropis dan donatur merasa percaya dan nyaman untuk ikut berpartisipasi dalam yayasan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Itu juga memberikan dampak yang besar dan positif terhadap keberlangsungan dari program-program kami ke depannya,” ujar Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Rosan mencontohkan program Danantara Indonesia Trust adalah mendukung pendidikan dokter spesialis kepada 1.343 penerima manfaat. Dengan jumlah ini, dia mengatakan, setiap satu orang dokter spesialis hasil pendidikan itu rata-rata bisa berkontribusi menyembuhkan 5.000 sampai dengan 100.000 pasien selama masa hidupnya.
Dengan begitu, Rosan menyimpulkan, total pasien yang bisa disembuhkan dari para dokter spesialis itu mencapai minimum 100 juta orang. “Kami selalu mencoba menganalisa secara sistematis apa dampaknya, apa outcome-nya dari semua aksi yang kita berikan. Karena semuanya itu harus terukur dan terstruktur,” kata dia.
Menurut Rosan, Danantara Indonesia Trust mengusung tiga program prioritas, yakni pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, serta sanitasi. Selain itu, kata Rosan, Danantara Indonesia Trust memberikan atensi terhadap bencana alam yang sedang terjadi di Indonesia, seperti gempa bumi atau banjir.●