DBD Tembus 380 Kasus di Pamekasan, Terbanyak Jangkiti Anak Usia Sekolah - Kompas
PAMEKASAN, KOMPAS.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tembus 380 kasus.
Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan per 23 Oktober 2026, 155 kasus DBD dialami usia 5-15 tahun, 127 kasus usia 15-44 tahun, dan usia 45 tahun ke atas mencapai 37 kasus.
Sementara di kelompok balita, kasus DBD di bawah usia 1 tahun sebanyak 11 pasien. Penderita DBD usia 1 hingga 4 tahun sebanyak 54 kasus.
Baca juga: Anak 7 Tahun Positif DBD Disebut Ditolak Puskesmas, Kadinkes Lebak Buka Suara
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Erlina menyampaikan, usia paling rentan DBD antara 5 hingga 15 tahun.
Cara Baru Nonton Cerita Rakyat : Mikrodrama Verikal - BEGINU
"Usia ini menjadi kelompok paling rentan dan terjangkit," ucapnya, Senin (26/10/2026).
Baca juga: Anak 7 Tahun Positif DBD Disebut Ditolak Puskesmas, Kadinkes Lebak Buka Suara
Sesuai data dari Januari hingga Oktober 2026, anak usia sekolah paling banyak terjangkit DBD.
Meski kasus DBD tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2025, Dinkes meminta masyarakat tetap waspada.
"Masyarakat tetap waspada, terutama dalam mengenali gejala awal agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan medis," ujarnya.
Warga bisa melakukan pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk. Salah satunya dengan penerapan 3M Plus. Yaitu, menguras, menutup, mendaur ulang dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
"Bisa menggunakan obat anti-nyamuk, memasang kelambu, dan menjaga lingkungan tetap bersih," ujar Erlina.
Dia menjelaskan, 3M plus bisa diterapkan dengan menguras tempat-tempat genangan air supaya tidak menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.
"Keterlibatan keluarga serta masyarakat dinilai penting untuk menekan risiko penularan DBD, terutama pada kelompok anak-anak," ucap Erlina.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Suara Ibu di Jogja: Angka Keracunan MBG Tembus 43.000, Negara Harus Berpihak kepada Anak
