Dishub Fokus Haul Solo 2026, Penataan Area Parkir di Depan Masjid Sheikh Zayed Ditunda - Kompas
SOLO, KOMPAS.com - Penataan area parkir sisi barat Jalan Mentawai 1 tepatnya depan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Jawa Tengah batal dilaksanakan pada Jumat, (2/10/2026).
Hal ini dikarenakan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sedang fokus dalam kegiatan Haul ke-115 Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi atau Haul Solo 2026.
"Belum jadi (fokus Haul Solo)," kata Kepala Dishub Solo, Taufiq Muhammad, Jumat.
Baca juga: PSEL Tangsel Ditargetkan Beroperasi 2027, Mampu Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Rencananya, area parkir tersebut akan disterilkan pada Senin (5/10/2026) setelah Haul Solo rampung.
4 Bulan Terbengkalai, Jalur Ambles Kendal-Semarang Langsung Diperbaiki
Diketahui, rangkaian acara Haul Solo berlangsung dari tanggal 30 September hingga 4 Oktober 2026.
Selama Haul Solo, kata Taufiq, Dishub menerjunkan 60 personel setiap hari untuk pengaturan lalu lintas dan parkir.
"Untuk petugas kami siapkan 60 petugas per hari dari Dishub. Tapi nanti semuanya juga dari kepolisian, TNI, Satpol dan semuanya (siaga)," kata dia.
Baca juga: Rencana Sterilisasi Parkir Masjid Sheikh Zayed Solo Ditolak Warga, DPRD Cari Jalan Tengah
Memperlancar Akses Pengunjung
Lebih lanjut, Taufiq mengatakan bahwa penataan area parkir sisi barat Jalan Mentawai 1 dilakukan untuk memperlancar akses keluar masuk pengunjung Masjid Raya Sheikh Zayed.
Selama ini untuk izin parkir di Jalan Mentawai 1 bersifat insidental.
"Untuk penataan. Kemarin rapat terakhir dengan tim dengan Mas Wali juga. Itu kan dua lajur kan, yang sebelah timur masih diizinkan untuk sepeda motor. Tapi yang sebelah barat steril karena untuk keluar masuk," ungkap dia.
"Jadi intinya kan dulu setelah dirapatkan, arahan dari Pak Wali kan parkirnya bisa masuk di dalam dan dari takmir masjid sudah ok pakai lahan eks Denbekang itu," sambung dia.
Baca juga: Besok, Parkir Depan Masjid Sheikh Zayed Solo Akan Disterilkan, Warga Tetap Menolak
56 Jukir Terdampak
Ketua Paguyuban Warga Rejosari, Lanyono mengatakan, warga tetap konsisten menolak kebijakan sterilisasi area parkir tersebut.
Lanyono menjelaskan, pada awal perencanaan pembangunan masjid, warga sekitar dijanjikan dapat memanfaatkan kawasan sekitar untuk meningkatkan perekonomian lokal, salah satunya melalui pengelolaan lahan parkir.
"Merasa prihatin dengan kondisi semacam ini yang tidak sesuai dengan sebelum Masjid Raya Sheikh Zayed dibangun," kata Lanyono.
Baca juga: Parkir Depan Masjid Sheikh Zayed Solo Akan Disterilkan, seperti Apa Rencananya?
Dia menambahkan, ada 56 jukir yang terdampak jika area parkir di Jalan Mentawai 1 disterilkan.
Menurut Lanyono mereka selama ini telah menggantungkan hidup dari parkir. "Kita sepakat menolak. Ada 56 jukir yang terdampak," ungkap dia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Mangkrak 14 Tahun, Proyek Islamic Center Bekasi Terbengkalai