Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Selat Malaka Spesial

    Ditabrak Kapal Asing, 4 Nelayan Terombang-ambing 13 Jam di Selat Malaka, Pelaku Kabur - Tribunnews

    6 min read


    Tribun Medan/Haikal Faried Hermawan A-A+ Ketua DPD HNSI melaporkan kejadian soal kapal motor (KM) Rezeki GT 5 yang berisikan empat orang nelayan asal Belawan yang mencari ikan di Selat Malaka diduga ditabrak oleh kapal asing berbendera Taiwan, ke Stasiun PSDKP Belawan, dan Kementerian Kelautan Perikanan, Kamis (8/10/2026) 

    TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Ditabrak kapal asing, 4 nelayan terombang-ambing 13 jam di Selat Malaka.

    Pelaku kabur usai menabrak kapal nelayan.

    Menindaklanjuti persoalan empat orang nelayan yang terombang-ambing selama kurang lebih 13 jam di perairan laut Selat Malaka, DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

    Baca juga: Pengakuan Ayah di Asahan Setubuhi Anak Kandung 15 Tahun Sampai Hamil 3 Bulan

    Ketua DPD HNSI Sumut, Zulfahri Siagian, mengatakan bahwa ketika mendapat laporan ada anggota nelayan Sumut asal Kota Medan yang ditabrak di laut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar segera melakukan pertolongan.

    "Yang pertama kami mengucapkan puji syukur, nelayan kami ini selamat sampai ke Belawan hari ini tadi pagi.

    Setelah kami menerima informasi nelayan 4 orang yang mengalami musibah, langsung melaporkan kepada kami dan hari ini secara lisan saya sudah sampaikan hal ini kepada Kepala Stasiun PSDKP Belawan, dan selanjutnya kami akan bersurat ke Dinas Perikanan Provinsi dan Kementerian Kelautan atas insiden ini," ujar Zulfahri Siagian, Kamis (8/10/2026).

    Baca juga: PSMS Medan Satu Grup dengan Persija dan Sumsel United di League Cup 2026

    Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tabrak lari di laut.

    Dimana kapal para nelayan yang mencari ikan itu ditabrak oleh kapal ikan asing berbendera Taiwan.

    "Ya, mengingat lokasi kejadian, ini kan tabrak lari ya istilahnya. Kapal itu datang tiba-tiba tanpa tanda-tanda, kemudian menabrak kapal anggota kita dan langsung pergi, tidak melakukan pertolongan.

    Oleh karena itu kita meminta aparat perikanan PSDKP untuk mengusut tuntas kapal ikan tersebut," tegasnya.

    Baca juga: PSMS Medan Satu Grup dengan Persija dan Sumsel United di League Cup 2026

    Zulfahri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada kapal Indiana (kapal kargo) WL Westfal Larsen yang telah menyelamatkan para nelayan. 

    "Ucapan terima kasih kami kepada kapal kargo Filipina yang sudah menyelamatkan atau menaikkan ABK kami ke atas kapal. Menurut informasi, sudah dilakukan layanan yang cukup baik, diberikan makanan, pakaian dan lain sebagainya," katanya.

    Sementara itu, ia juga mengapresiasi koordinasi dengan Basarnas Dumai yang sigap menolong dan memindahkan serta mengantarkan eempat nelayan hingga sampai ke Medan.

    Baca juga: KPK Ungkap Delapan Tersangka Baru Korupsi Jalan di Sumut, Pengembangan OTT Tahun 2025

    "Terima kasih juga kepada Kapten Leni Basarnas Dumai yang sudah membawa nelayan kami sampai ke darat dan mengantarkan ke bus untuk dibawa pulang ke Belawan," pungkasnya.

    Diberitakan sebelumnya, Empat orang nelayan asal Belawan terombang-ambing di tengah laut Selat Malaka selama kurang lebih 13 jam.

    Diduga, Kapal Motor (KM) Rezeki GT 5 yang digunakan mereka untuk menangkap ikan terbelah akibat ditabrak kapal asing.

    KM Rezeki GT 5 dinahkodai oleh Marlan Hasibuan bersama tiga anak buah kapal (ABK) yakni Mhd Soleh (51), M. Hanafi (53), dan Samsul (47) saat melakukan perlayaran kelaut untuk menangkap ikan di tengah laut Selat Malaka persis nya dititik koordinat 13°28`560" N - 99°28`500" E.

    Selama tiga hari mereka berlayar di tengah laut.

    Baca juga: Awal Mula Terbongkar Bayi 8 Bulan di Sumut Tewas Usai Diduga Dirudapaksa,Ayah hingga Paman Diperiksa

    Diduga kapal pancing ikan tuna berbendera Taiwan warna biru putih langsung menabrak kapal yang dinakhodai Marlan.

    Namun, bukannya mendapatkan pertolongan, kapal asing tersebut langsung pergi meninggalkan mereka.

    (Cr9/Tribun-medan.com)

    Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

    Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

    Berita viral lainnya di Tribun Medan

    Komentar
    Additional JS