Dituduh Beri Makan Plastik ke Rusa Nara Park, Aksi Dua Turis Indonesia di Jepang Viral - Jawa Pos

RADAR JOGJA - Sebuah unggahan video di media sosial X dari akun pengguna asal Jepang mendadak viral usai memperlihatkan dua wisatawan asal Indonesia ditegur warga lokal saat berkunjung ke Nara Park, Jepang, pada Rabu (7/10/2026).
Dalam video yang diunggah akun @hezuruy, tampak seorang pria dan perempuan berhijab diduga memberikan sampah plastik kepada seekor rusa di lokasi wisata tersebut.
Pengunggah yang disinyalir merupakan anggota Dewan Kota Nara tersebut langsung menegur kedua wisatawan secara keras.
"Ini terlalu kejam. Teman-teman berhijab sengaja memberi makan sampah ke Rusa-san. Meskipun langsung meminta maaf, begitu kamera mati justru berbalik marah. Pergilah dari Jepang," tulis akun tersebut dalam bahasa Jepang.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik hingga ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan memicu belasan ribu tanggapan.
Sejumlah netizen Indonesia menyampaikan kekecewaannya karena menilai insiden tersebut dapat mencoreng citra masyarakat Indonesia serta umat Islam di mancanegara, khususnya di tengah sensitivitas isu diskriminasi terhadap perempuan berhijab.
Menanggapi tuduhan tersebut, pemilik akun Threads @gazelle.4843178 yang mengaku sebagai perempuan dalam video memberikan klarifikasi.
Ia membantah adanya unsur kesengajaan untuk memberi makan sampah plastik kepada rusa.
Ia menjelaskan bahwa dirinya dan sang ayah sedang memberikan sisa kacang dalam kemasan dari maskapai penerbangan.
Rusa tersebut terus menjilat serta menarik bungkus plastik yang sudah kosong.
Akibat sedang asyik mengobrol, keduanya mengaku terlambat merespons gerakan rusa tersebut.
"Bapak yang merekam video sepertinya sudah mengincar kami sejak awal, lalu langsung berdiri, membentak, dan mendorong ayah saya," tulis akun @gazelle.4843178.
Meski telah memberikan klarifikasi, warganet Indonesia tetap menyayangkan tindakan tersebut.
Pengunjung Nara Park mengingatkan bahwa rusa di kawasan wisata tersebut memiliki aturan ketat dan hanya boleh diberi makan makanan khusus (shika senbei) yang dijual resmi di lokasi.