Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Prabowo Subianto Spesial

    Dua Kali Prabowo Sindir Ada Negara Lain Menghina Indonesia soal Karhutla - Kompas

    9 min read



    JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah dua kali Presiden Prabowo Subianto menyebut ada negara lain yang menghina Indonesia dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, meskipun Prabowo tidak menyebut nama negara dalam dua kali kesempatan berbicara itu.

    Adapun masalah kebakaran hutan dan lahan alias karhutla memang mengharu biru Asia Tenggara. Jerubu dari Indonesia terbang masuk ke saluran napas orang-orang di Malaysia, Singapura, Timor Leste, bahkan sempat mencapai Filipina.

    Kondisi politik regional turut menghangat di musim kemarau ini. Pejabat pemerintah hingga wakil rakyat dari negara-negara tetangga Indonesia berkomentar soal asap karhutla itu.

    Prabowo kemudian tampil ke hadapan publik berbicara soal adanya negara-negara yang menghina Indonesia. 

    BEGINU : Cerita Membuat Orang Belajar Tanpa Digurui

    Baca juga: Dampak Karhutla Lintas Negara, Sejauh Mana ASEAN Bisa Menindak Pelakunya?

    Berikut dua kesempatan Prabowo menyebut eksistensi para pencaci:

    Saat sidang kabinet

    Kesempatan pertama, Prabowo berbicara di sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

    "Dan bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan," kata Prabowo di hadapan menteri-menterinya.

    Baca juga: Pemerintah Diminta Tak Gengsi Terima Bantuan Asing demi Padamkan Karhutla

    Prabowo pun memperingatkan negara yang tidak dia sebutkan namanya tersebut bahwa Indonesia akan mengungkap identitas perusahaan-perusahaan asing yang terlibat dalam terjadinya karhutla.

    Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

    Lihat Foto

    Prabowo menyampaikan ancaman mencabut izin perusahaan-perusahaan dari “negara penghina”.

    "Kali ini, maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja. Kalau buktinya sudah jelas kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," kata Prabowo.

    Untuk itu, Prabowo meminta Kementerian Kehutanan, Polri, Kejaksaan Agung, TNI, dan Intelijen untuk menyelidiki korporasi yang bertanggung jawab.

    Baca juga: Kemenlu Jawab Rencana Malaysia Angkat Isu Karhutla di KTT ASEAN


    Saat di Rakornas TPAKD

    Kesempatan kedua, Prabowo berbicara di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIEXPO, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

    Pada kesempatan ini, Prabowo tetap tidak menyebut nama negara yang dia maksud.

    "Tapi kita juga ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina, dan sebagainya. Padahal, banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka yang di sini," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

    Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jiexpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026)

    Lihat Foto

    Baca juga: Korupsi Dana Siap Pakai BNPB Dinilai Menyakiti Hati Masyarakat Terdampak Bencana

    Entah siapa negara yang dimaksud Prabowo. Yang jelas, Prabowo menyebut pihak mancanegara itu jamak, lebih dari satu, bukan tunggal.

    Perusahaan-perusahaan asal negara yang dia maksud disebutnya bertanggungjawab atas kebakaran di Indonesia.

    Prabowo pun menyatakan akan mengumumkan nama-nama perusahaan yang terafiliasi asing tersebut.

    "Nanti pada saatnya kita umumkan lah nama-nama itu. Ya, saudara saudara, sekalian. Tapi kita cool saja, kita tenang, kita bertanggung jawab," ucapnya.

    Baca juga: Kapolri Sebut Ada Negara Tetangga Terlibat Karhutla, Bagaimana Mengusutnya?


    Aksi Singapura surati 10 perusahaan

    Pada 16 Oktober 2026, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace FU, mengumumkan telah mengirim surat pemberitahuan kepada tujuh perusahaan yang didugaq berkaitan dengan karhutla Indonesia.

    Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) mengidentifikasi ketujuh perusahaan melalui pemantauan titik panas dan pergerakan asap menggunakan data meteorologi, peta, serta citra satelit.

    Menurut NEA, hasil pemantauan menunjukkan indikasi bahwa asap dari kebakaran di lahan konsesi yang dikuasai perusahaan-perusahaan tersebut bergerak menuju Singapura.

    Baca juga: Pemerintah Diminta Buka Data Perusahan Penyebab Karhutla

    Temuan itu menjadi dasar pengiriman surat pemberitahuan yang meminta perusahaan mengerahkan petugas untuk memadamkan kebakaran atau mencegah api meluas.

    Perusahaan-perusahaan itu juga diminta menghentikan atau tidak melakukan pembakaran, serta menyerahkan rencana penanganan dan pencegahan kebakaran.

    20 Oktober 2026, Singapura menambah tiga perusahaan Indonesia yang mendapat surat peringatan terkait karhutla. Maka total ada 10 perusahaan yang menjadi sasaran Singapura.

    Dilansir The Straits Times, Senin (19/10/2026), ketiga perusahaan itu mendapat surat berisi langkah-langkah pencegahan untuk mengatasi kebakaran di lahan mereka.

    Baca juga: Data Kemenkes: Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla Tembus 333.470, Termasuk 75.172 Balita

    Respons Malaysia

    Pemerintah Malaysia mengumumkan bakal membawa isu kabut asap lintas batas (transboundary haze) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mendatang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina, bulan depan.

    Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyampaikan bahwa masalah kabut asap memerlukan perhatian khusus karena belum tercakup dalam skema atau mekanisme penanganan bencana alam yang dimiliki ASEAN saat ini, dikutip dari Bernama, Senin (12/10/2026).

    Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa negaranya tidak bisa tinggal diam menghadapi kebakaran hutan di Indonesia yang belum terkendali.

    Menurut Mohamad Hasan, pemerintah Malaysia tengah mencari bentuk bantuan yang sesuai dengan kondisi di lapangan, terutama karena sejumlah titik kebakaran berada jauh di wilayah pedalaman.

    Baca juga: Karhutla Ancam Keberlangsungan Habitat Orangutan, Konservasi Ex-situ Jadi Cara Selamatkan dari Kepunahan

    Ancaman penyebaran kabut asap juga tercermin dari langkah Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) yang mengaktifkan peringatan Level 3 untuk kawasan selatan ASEAN.

    Peringatan tersebut dikeluarkan karena tingginya risiko kabut asap tebal menyebar ke negara-negara tetangga, sebagaimana dikutip dari Harian Metro Malaysia, Sabtu (17/10/2026).

    Terbaru, anggota parlemen Malaysia bernama Kalam Salan menyampaikan pesan ke Presiden RI Prabowo Subianto menggunakan bahasa Jawa.

    Baca juga: Terima Bantuan Asing Tangani Karhutla, Guru Besar UGM Minta Pemerintah Lakukan Ini

    "Pak, asap saka kobongan alas kuwi nggawe wong Malaysia susah arep ambegan. Akeh sing watuk, tenggorokane padha gatel, lan sesek ambegane (Bapak, asap dari kebakaran hutan itu membuat orang Malaysia kesulitan bernapas. Banyak yang batuk, tenggorokannya gatal, dan napasnya sesak),” kata Kalam Salan di Dewan Rakyat Malaysia, Rabu (21/10/2026).

    Keterangan:

    Berita ini mengalami perubahan isi pada Jumat (23/10/2026) pukul 10.00 WIB.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS