Duka Damkar Pangkep: 2 Petugas Gugur Ternyata Masih ASN Paruh Waktu - Kompas
PANGKEP, KOMPAS.com – Dua personel pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang tewas dalam kecelakaan maut masih berstatus aparatur sipil negara (ASN) paruh waktu.
Keduanya yakni Ince Irwan dan Usman Hadi. Mereka meninggal dunia setelah mobil damkar yang ditumpangi mengalami kecelakaan di Jalan Poros Pangkep-Barru, tepatnya di Kampung Ujung Batu, Kecamatan Labakkang, Selasa (29/9/2026).
Keduanya diketahui telah lama bertugas sebagai personel Damkar Pangkep. Selama bertugas, Ince dan Usman menjadi bagian dari personel yang diterjunkan dalam penanganan kebakaran dan penyelamatan.
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pangkep Hapiluddin mengatakan, kedua korban merupakan personel yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan tugas di lapangan.
Penghormatan Terakhir bagi Petugas Damkar yang Gugur Kecelakaan di Pangkep
Baca juga: Detik-detik Damkar Pangkep Terbalik Saat Hindari Mobil, 2 Petugas Tewas
“Kedua almarhum merupakan andalan kami, merupakan personel yang sangat mumpuni di Damkar Kabupaten Pangkep,” katanya saat ditemui di RSUD Batara Siang Pangkep.
Kepergian keduanya menjadi duka bagi jajaran Damkar Pangkep. Ia bahkan masih mengingat pertemuannya dengan salah satu korban, Ince Irwan, beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi.
Sekitar pukul 08.30 Wita, Hapiluddin sempat mendatangi Mako Damkar untuk mengecek kesiapan personel dan perlengkapan sebelum penanganan kebakaran.
“Saya sempat bertemu dan berbincang sama beliau almarhum, bahkan sempat meminta korban menemui di ruangan saya pada pukul 14.30 Wita. Namun, rencana pertemuan itu tak pernah terjadi,” ujarnya.
Gelagat Berbeda Sebelum Kejadian
Pada waktu yang sama, mobil damkar yang ditumpangi Ince mengalami kecelakaan di Jalan Poros Pangkep-Barru, Kampung Ujung Batu, Kecamatan Labakkang.
“Saya ingat betul saya bilang saya tunggu di ruangan saya jam 14.30. Dan ternyata Tuhan memberikan pesan bahwa jam 14.30 itulah kejadiannya, saya kehilangan almarhum,” kisahnya.
Ia juga mengenang sikap Ince saat pertemuan terakhir mereka di Mako Damkar. Menurutnya, Ince tampak berbeda dan seolah menghindari tatapan dirinya.
“Sampai saya naik di mobil pun almarhum tidak mau melihat saya. Saya kemudian menghubungi beliau melalui telepon dan bilang kalau ada persoalan, datang temui saya,” jelasnya.
Baca juga: Janji Belikan Sepeda Anak Jadi Kenangan Terakhir Petugas Damkar Pangkep
Gugur Sebelum Diangkat Penuh Waktu
Hapiluddin selama ini selalu mendoakan agar kedua personel tersebut segera mendapatkan kesempatan menjadi ASN penuh waktu.
“Keduanya masih berstatus ASN paruh waktu saat menjalankan tugas terakhirnya. Kami selalu berusaha berdoa, mudah-mudahan secepatnya kasihan untuk bisa diangkat menjadi penuh waktu. Tapi Allah berkehendak lain,” imbuhnya.
Kecelakaan bermula setelah armada damkar melewati lampu merah Labakkang. Di depan mobil damkar terdapat sebuah truk tronton yang disebut tidak memberikan jalan. Pengemudi damkar kemudian berupaya mendahului dengan mengambil lajur kiri.
Kondisi kendaraan yang membawa muatan air dan perlengkapan pemadaman diduga membuat pengemudi kesulitan mengendalikan laju kendaraan.
“Pada saat anggota ingin mendahului, mengambil lajur kiri. Pada saat itu di depan ada mobil truk yang sedang dalam posisi mengantri BBM. Sopir kemudian berusaha menghindari truk yang sedang mengantre tersebut dengan mengambil arah kanan. Saat mengambil arah kanan, mobil damkar tiba-tiba tidak bisa dikendalikan,” sebutnya.
Mobil damkar kemudian terguling sebanyak 2 kali sebelum akhirnya terbalik dan menutup badan jalan.
Saat kecelakaan terjadi, terdapat 7 personel di dalam armada tersebut. Tiga orang berada di dalam kabin, termasuk pengemudi, sedangkan 4 lainnya berada di bagian belakang mobil.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Viral Penjaga Perlintasan di Pasuruan Selamatkan Pria di Rel Kereta