Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Fenomena Fenomena Alam Spesial

    Fenomena Langit Langka: Bulan, Mars, dan Jupiter akan Saling Menyapa pada 5 Oktober 2026 - Spatial Highlight

    4 min read

     



    Langit menjelang fajar pada awal Oktober 2026 akan menghadirkan pemandangan menarik bagi para pengamat langit. Pada 5 Oktober 2026, bulan sabit tua akan bergerak melintasi kawasan langit yang dihuni Mars dan Gugus Sarang Lebah atau Beehive Cluster (M44). Dari Bumi, ketiganya akan tampak berada dalam satu kawasan langit, menciptakan komposisi yang menarik untuk diamati sebelum matahari terbit.

    Fenomena ini terjadi karena pergerakan Bulan di sepanjang orbitnya membuat posisi Bulan tampak berpindah dari satu rasi ke rasi lainnya. Ketika posisi Bulan terlihat berdekatan dengan Mars dari sudut pandang Bumi, peristiwa tersebut dikenal sebagai konjungsi atau pendekatan Bulan dan Mars. Meski terlihat seperti bertetangga di langit, keduanya sebenarnya dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh di ruang angkasa.

    Pada 5 Oktober, Bulan yang sedang menuju fase sabit tua akan tampak berdekatan dengan Mars, planet yang terkenal dengan rona kemerahannya. Star Walk mencatat jarak sudut terdekat Bulan dan Mars sekitar 1°05′, sementara konjungsinya tercatat sekitar 1°08′. Keduanya berada di kawasan rasi Cancer dan dapat diamati dengan mata telanjang sebelum fajar, selama pandangan ke arah timur tidak terhalang.

    Warna Mars juga menjadi salah satu petunjuk paling mudah untuk mengenalinya. Jika dibandingkan dengan cahaya bulan yang jauh lebih terang, Mars akan terlihat seperti titik cahaya kecil berwarna jingga kemerahan. Warna tersebut berkaitan dengan material kaya besi yang terdapat di permukaan Mars dan menghasilkan rona khas ketika memantulkan cahaya matahari.

    Namun, pemandangan tidak berhenti pada Bulan dan Mars. Di kawasan langit yang sama terdapat Gugus Sarang Lebah atau M44, gugus bintang terbuka yang berada di rasi Cancer. Pada 5 Oktober, jarak sudut antara Bulan dan M44 diperkirakan hanya sekitar 0°36′ sehingga keduanya akan tampak sangat berdekatan dari Bumi. Dilansir dari Detikcom, Gugus Sarang Lebah memiliki magnitudo sekitar 3,1 dan dapat ditemukan menggunakan mata telanjang di bawah kondisi langit yang benar-benar gelap, meskipun binokular akan membantu memperlihatkan kumpulan bintangnya dengan lebih jelas.

    Fenomena Langit Langka: Bulan, Mars, dan Jupiter akan Saling Menyapa pada 5 Oktober 2026 - Gambar 1
    Mars dan Gugus Sarang Lebah

    Menurut laporan Tirto.id, beberapa jam menjelang matahari terbit, Jupiter juga akan menjadi bagian dari panorama tersebut. Planet raksasa ini akan terlihat lebih dekat ke arah horizon timur, sementara Bulan dan Mars berada lebih tinggi. Pada periode 4–7 Oktober, Bulan memang sedang bergerak melewati kawasan langit yang memperlihatkan Mars, Jupiter, dan Regulus dalam satu rangkaian.

    Bagi pengamat di Indonesia, waktu terbaik adalah menjelang fajar dengan mencari horizon timur yang terbuka dan minim polusi cahaya. Binokular akan sangat membantu terutama untuk melihat M44, sedangkan Bulan, Mars, dan Jupiter cukup terang untuk ditemukan tanpa alat.

    Jadi, jika langit cerah pada 5 Oktober 2026, bangunlah lebih dini karena langit justru akan menawarkan pertunjukan menarik menjelang pagi. Bulan sabit tua, Mars yang kemerahan, gugus bintang M44, dan Jupiter akan menghiasi kawasan langit timur dalam satu rangkaian kosmis yang sayang untuk dilewatkan.

    Baca juga: 6 Fenomena Astronomi yang Bakal Hiasi Langit Oktober 2026

    Tags:

    Share:

    Komentar
    Additional JS