Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa Panama Spesial

    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Panama dan Rusak Sejumlah Bangunan - Bsinews

    3 min read


    Smallest Font Largest Font

    Bsinews.id, Jakarta, Dua gempa bumi bermagnitudo 7,7 dan 6,6 mengguncang Panama pada Jumat, 9 Oktober 2026, disertai puluhan gempa susulan yang merusak bangunan dan memicu evakuasi. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan gempa pertama berpusat di dekat Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, sementara otoritas setempat melaporkan sejumlah orang terluka.

    USGS mencatat pusat gempa pertama berada sekitar 10 kilometer di barat daya komunitas Pitaloza Arriba, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan terasa hingga Kota Panama dan negara tetangga, Kolombia. USGS semula mencatat magnitudo gempa sebesar 8, sebelum merevisinya menjadi 7,6 dan kemudian 7,7.

    Seismolog dari Universitas Panama mencatat lebih dari 45 gempa susulan. Beberapa di antaranya mencapai magnitudo 5,8, 5,5, dan 5,2, sedangkan banyak guncangan lainnya terlalu lemah untuk dirasakan masyarakat.

    Rosendo Domínguez, warga Provinsi Herrera berusia 60 tahun, menggambarkan kuatnya guncangan yang merusak barang-barang di rumahnya. Ia menyampaikan keterangannya kepada The Associated Press melalui sambungan telepon.

    "Kami merasakan guncangan yang sangat kuat. Benda-benda di dapur berjatuhan, tetapi kami baik-baik saja, meskipun sangat ketakutan. Semua orang berada di luar rumah karena takut," ujar Rosendo Domínguez.

    Omar Smith dari Sistem Perlindungan Sipil Nasional Panama mengatakan kepada Telemetro Reporta bahwa kerusakan terkonsentrasi di Provinsi Veraguas, Herrera, dan Los Santos. Menurut Smith, belum ada laporan kerusakan di ibu kota yang memiliki ratusan gedung pencakar langit.

    Smith juga menyampaikan adanya sejumlah korban luka, termasuk seseorang yang tertimpa puing dari bangunan yang sebagian runtuh di Penonomé, sekitar 150 kilometer dari ibu kota. Katedral di alun-alun utama distrik tersebut mengalami keruntuhan sebagian dan retakan, sementara gedung pemerintahan provinsi serta Hotel Dos Continentes juga mengalami kerusakan. Hingga laporan awal diterbitkan, belum ada korban jiwa yang dilaporkan.

    Media lokal melaporkan bahwa Gereja San Atanasio, bangunan Katolik bergaya kolonial di Provinsi Los Santos, runtuh. Gereja tersebut ditetapkan sebagai Warisan Sejarah Nasional pada 1938. Retakan besar juga dilaporkan muncul di sejumlah jalan, termasuk di Provinsi Veraguas.

    Presiden Panama José Raúl Mulino mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

    "Apa yang terjadi tidak boleh digunakan untuk menimbulkan kepanikan atau kekacauan," tulis José Raúl Mulino melalui X.

    Bandara Internasional Tocumen di Kota Panama menghentikan sementara operasionalnya dan menjalankan prosedur evakuasi. Pengelola menyatakan penerbangan dan kegiatan bandara akan dilanjutkan setelah kondisi keamanan dipastikan. Bandara tersebut melayani lebih dari 20 juta penumpang sepanjang 2025.

    Otoritas Terusan Panama menyatakan kegiatan pelayaran tetap berjalan normal. Tim teknis memeriksa fasilitas untuk mengidentifikasi kemungkinan kerusakan, dengan prioritas keselamatan pekerja, kapal, dan awak kapal.

    Layanan cuaca nasional mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Panama, Kolombia, Ekuador, Nikaragua, dan Guatemala. Otoritas memperingatkan kemungkinan gelombang setinggi 1 hingga 3 meter di atas permukaan pasang laut di sejumlah kawasan pesisir Panama. Peringatan juga diberlakukan di El Salvador dan Pulau Paskah, wilayah Chile yang berjarak sekitar 3.500 kilometer dari daratan utama negara tersebut.

    Pemerintah Chile menetapkan status peringatan pencegahan bagi Pulau Paskah. Sementara itu, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Panama dan menawarkan dukungan pemerintahnya melalui X.

    "Panama tidak sendirian! Kalian dapat mengandalkan dukungan Kolombia dan seluruh kesiapan kami untuk memberikan bantuan yang diperlukan," tulis Abelardo de la Espriella.

    Kedutaan Besar Amerika Serikat di Panama menyatakan sedang memantau dampak gempa dan memeriksa kondisi warga negaranya di negara tersebut.

    Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah sepanjang sekitar 40.000 kilometer yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik dan menjadi lokasi sebagian besar gempa bumi dunia. Aktivitas seismik di kawasan itu berkaitan dengan interaksi sejumlah lempeng tektonik, termasuk Lempeng Cocos, Nazca, dan Karibia.

    Gempa besar terakhir yang menyebabkan kerusakan luas di Panama terjadi pada 1991. Gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di negara tetangga, Kosta Rika, menewaskan 23 orang, melukai 559 orang, dan menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal di kawasan perbatasan Bocas del Toro.

    Komentar
    Additional JS