Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Kolom Abu Hitam Membubung 500 Meter - Kompas
LAMPUNG, KOMPAS.com – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada Rabu (21/10/2026) siang. Kolom abu berwarna hitam membubung hingga 500 meter di atas puncak dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat laut.
Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, erupsi terjadi pada pukul 11.45 WIB dan masih berlangsung saat laporan dibuat. Tidak terdengar suara dentuman dalam kejadian tersebut.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan erupsi tersebut. Ia mengatakan, Anak Krakatau juga mengalami erupsi sehari sebelumnya.
"Benar, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu siang. Sehari sebelumnya juga terjadi erupsi. Pada kejadian hari ini, kolom erupsi teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan abu berwarna hitam dan intensitas tebal,” kata Suwarno, Rabu (21/10/2026).
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Kamis Ini, Sebelumnya Terjadi Tiga Gempa
Baca juga: Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Pengunjung Dilarang Dekati Radius 5 Km
Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat dan wisatawan diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang ditetapkan petugas.
Erupsi Sehari Sebelumnya Berlangsung 28 Detik
Sehari sebelumnya, Selasa (20/10/2026), Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi pada pukul 12.28 WIB. Namun, tinggi kolom erupsi saat itu tidak teramati.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 44 milimeter dan durasi sekitar 28 detik.
Sementara itu, laporan pengamatan periode Rabu pukul 06.00–12.00 WIB mencatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 610 detik atau sekitar 10 menit 10 detik.
Dalam periode yang sama, petugas juga merekam tiga gempa frekuensi rendah, 17 gempa hybrid atau fase banyak, satu gempa vulkanik dangkal, serta tremor menerus dengan amplitudo 1–21 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.
Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tipis sampai tebal. Ketinggiannya berkisar 5–500 meter di atas puncak kawah.
Pada pengamatan pagi hari, kondisi gunung sempat tertutup kabut. Laporan juga menyebut CCTV Tanjung tidak aktif pada malam hari, sedangkan CCTV Lava93 tertutup abu vulkanik.
Status Siaga, Warga Dilarang Mendekat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III atau Siaga.
Masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki serta melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Larangan juga berlaku dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Anak Krakatau.
Suwarno mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak mendekati kawasan berbahaya.
“Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak memasuki radius 5 kilometer dari pusat erupsi serta mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan petugas,” ujar Suwarno.
Baca juga: CCTV Anak Krakatau Tertutup Abu Vulkanik, Tiga Erupsi Pagi Tak Teramati Visual
PVMBG mengingatkan sejumlah potensi bahaya, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak lava panas dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Masyarakat pesisir Lampung dan Banten juga diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut erupsi Anak Krakatau otomatis menyebabkan tsunami.
Warga diimbau tetap beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau dapat dipantau melalui kanal resmi MAGMA Indonesia dan PVMBG.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Penampakan Gunung Anak Krakatau Masih Keluarkan Asap, Dipantau dari KRI Lepu
