Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Hasyim Djojohadikusumo Keuangan MSCI Prabowo Subianto Spesial

    Hashim Curhat Diminta Prabowo Urus Dampak Pengumuman MSCI - Tempo

    1 min read


    Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo memberikan sambutan dalam peluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) di Jakarta, 9 Juli 2026. Tempo/Tony Hartawan

    UTUSAN Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan mitigasi risiko setelah lembaga penyedia indeks global MSCI membuka konsultasi klasifikasi pasar saham Indonesia.

    Hashim mengatakan modal asing mengalir keluar sejak rilis MSCI tersebut. "Kalau MSCI tidak kita mitigasi, berarti sumber dana untuk pasar modal kita nanti akan semakin kering," kata Hashim di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Ia mengatakan jika modal asing terus keluar, klasifikasi pasar saham Indonesia akan turun menjadi standalone market.

    Dalam kesempatan yang sama, Hashim mengatakan berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, sebanyak 32,7 juta warga negara Indonesia memiliki akun brokerage. Namun, Hashim mengatakan mereka sangat tidak puas karena nilai sahamnya berkurang. "Termasuk saya. Saya juga punya saham di perusahaan publik, saya tidak puas," ujarnya.

    Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri itu juga mengimbau pengusaha untuk menghentikan praktik manipulasi perdagangan saham alias saham gorengan. Hashim mengatakan praktik ini juga menjadi sorotan MSCI dan investor asing.

    Hashim meminta kalangan pengusaha menganggap serius dampak dari praktik saham gorengan karena membuat modal asing keluar yang juga menyebabkan nilai tukar rupiah melemah. Rupiah bisa berpotensi melemah hingga ke Rp 22 ribu per dolar Amerika Serikat jika yang menjadi sorotan MSCI tidak diatasi. "Bisa jadi bencana dan malapetaka," ujarnya.

    Komentar
    Additional JS