Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bisnis Featured IHSG Keuangan MSCI Spesial

    IHSG Ambruk 11,57% ke 5.185 Dibayangi Ancaman Downgrade MSCI - detik

    2 min read

     

    Jakarta -

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 678,67 poin (11,57%) ke 5.185 atau anjlok 678,67 poin (11,57%). Pada pembukaan perdagangan tadi pagi, IHSG juga langsuk ambruk ke 5.393.

    Berdasarkan data RTI, Jumat (16/10/2026), nilai transaksi pada perdagangan hari ini Rp 31,92 triliun dengan melibatkan 68,56 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 2.133.155 kali. Sebanyak 775 saham hari ini menguat, 10 saham melemah dan 10 saham stagnan.

    IHSG turun secara mingguan 14,91% dan secara bulanan minus 19,50%.Selanjutnya, IHSG dalam enam bulan terakhir berkurang 25,82% dan year to date anjlok 40,04%.

    Pelemahan IHSG tak lepas dari pengumuman lembaga pemeringkat internasional, Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.Hal ini terjadi karena akibat kekhawatiran berkelanjutan terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia.

    Rencana penurunan tersebut masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar dan keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan Standalone Market bukan status pasar modal terendah di MSCI. Hal tersebut ditegaskan menyusul pengumuman MSCI yang membuka ruang menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market ke Standalone Market.

    Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan pihaknya mencermati seluruh isu yang menjadi perhatian MSCI. Ia juga menegaskan Standalone Market merupakan klasifikasi khusus bagi pasar modal yang membutuhkan perhatian lebih.

    "Nah, perlu diketahui oleh teman-teman bahwa klasifikasi MSCI Standalone Market itu bukan klasifikasi terendah. Itu adalah klasifikasi khusus kalau memang market itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Jadi, bukan berarti terendah, bukan berarti Advance, kemudian Emerging, kemudian Frontier, kemudian Standalone. Jadi, nggak seperti itu," ungkap Iding di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

    (rea/ara)

    Komentar
    Additional JS