IHSG Anjlok 11,25 persen, Saham DSSA, BBCA, hingga AMMN Rontok - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,25 persen ke level 5.204,018 pada perdagangan sesi kedua atau pukul 14.45 WIB, Jumat (16/10/2026).
Indeks amblas usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham tanah air dari emerging market menjadi standalone market.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 659,762 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Indeks sempat menyentuh angka terendah 5.193,222, dan tertinggi 5.404,508.
Rekening Massal untuk 200 Juta WNI, Kenapa BRI-BSI yang Ditunjuk dan Apa Syaratnya?
Baca juga: Ini Kata Analis Asing soal Rencana MSCI untuk Karantina Pasar Saham Indonesia
Pada awal perdagangan, IHSG dibuka pada area 5.393,924.
Tekanan jual yang kuat membuat indeks bergerak turun tajam hingga mendekati level terendahnya.
Aktivitas perdagangan saham mencapai 59,401 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 22,635 triliun.
Frekuensi transaksi menyentuh 1.770.679 kali.
Baca juga: IHSG DItutup Melonjak 130 Poin, Rupiah Perkasa
Mayoritas saham berada di zona merah, di mana 777 saham terkoreksi, hanya 13 saham menguat dan dua saham bergerak stagnan.
Tekanan jual yang tinggi membuat perdagangan saham di pasar sempat dihentikan sementara melalui mekanisme trading halt.
Adapun, beberapa saham berkapitalisasi besar mengalami koreksi tajam.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Hijau, Ditopang Saham TLKM, AMMN, hingga BBRI
Saat penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat siang ini, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 14,9 persen, disusul PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang melemah 14,8 persen.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 14 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 12,3 persen, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 8,5 persen.
Pelemahan tajam IHSG terjadi ketika bursa-bursa Asia justru bergerak positif pada perdagangan siang ini.
Kondisi tersebut juga berbeda dengan pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya.
Baca juga: MSCI Minta Bukti Reformasi, BEI Siapkan Data Pertahankan Status Bursa RI
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
IHSG Anjlok 1,49 Persen, Saham Perbankan Jadi Beban
