Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Influenza A Kesehatan Spesial Universitas Brawijaya

    Influenza A Meningkat, Rektor UB Imbau Sivitas Akademika Pakai Masker - Malang Post

    5 min read


    MALANG POST – Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo mengimbau seluruh sivitas akademika untuk memperketat protokol kesehatan dan mengenakan masker di area kampus di Malang, Kamis (1/10/2026), merespons lonjakan kasus transmisi virus Influenza A(H1N1)pdm09 yang dicatat oleh Kementerian Kesehatan RI.

    Tren aktivitas penularan virus Influenza A di Indonesia dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi dinamika kesehatan publik tersebut mendorong masyarakat, khususnya di lingkungan perguruan tinggi, untuk memperketat kewaspadaan diri terhadap potensi infeksi saluran pernapasan akut.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya peningkatan kurva tren aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data hasil surveilans sentinel hingga minggu ke-38 tahun 2026, kondisi tersebut masih berada dalam ambang batas kewaspadaan nasional dan belum berada pada taraf kritis.

    Data Kemenkes menunjukkan bahwa galur (strain) virus yang paling dominan menginfeksi saat ini adalah Influenza A(H1N1)pdm09. Pada minggu ke-38, hasil surveilans sentinel mencatat angka kepositifan (positivity rate) sampel uji influenza telah menembus 56 persen. Peningkatan tren pada periode Agustus–September ini dinilai masih selaras dengan pola pergeseran musiman tahunan di wilayah Indonesia.

    Laporan berkala Kemenkes merinci, pada minggu ke-37 dari total 265 spesimen klinik yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen terkonfirmasi positif influenza. Dari jumlah terkonfirmasi tersebut, sebanyak 135 spesimen merupakan galur Influenza A(H1N1)pdm09, 9 spesimen Influenza A(H3N2), dan 4 spesimen Influenza B (Victoria).

    Kendati demikian, otoritas kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Eskalasi tren kasus ini perlu direspons dengan penguatan kewaspadaan individual serta konsistensi penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama di pusat-pusat mobilitas warga berintensitas tinggi.

    Kawasan kampus perguruan tinggi menjadi salah satu pusat interaksi padat. Aktivitas perkuliahan tatap muka, agenda organisasi kemahasiswaan, hingga pelayanan administrasi membuat ribuan sivitas akademika berinteraksi secara fisik setiap hari.

    Oleh karena itu, Universitas Brawijaya (UB) secara resmi mewanti-wanti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (tendik), serta seluruh warga kampus untuk mengencangkan protokol mitigasi penyakit saluran pernapasan.

    Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., dalam keterangan resminya pada Kamis (1/10/2026), menginstruksikan agar seluruh warga kampus menerapkan langkah pencegahan secara disiplin, termasuk disiplin memakai masker ketika berada di ruang publik kampus, terutama bagi yang mengalami gejala flu atau berada di tengah kerumunan.

    “Keselamatan dan kesehatan seluruh sivitas akademika merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kewaspadaan kolektif, kenakan masker ketika beraktivitas di keramaian, jaga higienitas tangan, serta bijak untuk beristirahat mandiri dan tidak memaksakan diri datang ke kampus apabila sedang mengalami sakit,” imbau Prof. Widodo, Kamis (1/10/2026).

    Penggunaan masker disinergikan dengan etika batuk dan bersin yang benar, menjaga kebersihan tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan (hand sanitizer), serta membatasi interaksi jarak dekat saat kondisi fisik kurang fit guna melindungi diri dan mencegah rantai penularan di lingkungan akademis.

    Kenali Gejala Klinis Influenza A

    Influenza merupakan infeksi penyakit saluran pernapasan menular yang dipicu oleh invasi virus influenza. Gejala klinis yang umum dialami penderita antara lain demam tinggi, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala hebat, nyeri sendi dan otot, serta sensasi kelelahan fisik.

    Masyarakat diimbau memantau perkembangan kondisi tubuh secara cermat. Pemeriksaan lanjutan ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) sangat disarankan apabila keluhan memburuk, terutama pada kelompok berisiko tinggi (vulnerable group) seperti bayi, balita, lansia, ibu hamil, dan penderita komorbiditas.

    Jangan Panik, Tetap Istikamah Terapkan PHBS

    Kemenkes menggarisbawahi bahwa pergerakan angka kasus influenza perlu disikapi dengan penguatan sistem pengawasan (surveilans) dan kesiapsiagaan medis, bukan kepanikan publik. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh narasi sensational yang belum terverifikasi secara ilmiah.

    Kemenkes meluruskan bahwa istilah “superflu” yang marak beredar di media sosial belakangan ini bukanlah terminologi medis resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Istilah tersebut merujuk pada Influenza A(H3N2) subklade K, yang menurut data Kemenkes justru catatan kasusnya pada 2026 jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

    Guna menciptakan iklim belajar yang aman dan sehat, penerapkan PHBS perlu dijadikan kebiasaan di tempat tinggal maupun lingkungan perkuliahan.

    Langkah PHBS di lingkungan domestik dan kampus meliputi:

    1. Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
    2. Memilih makanan dan minuman yang bersih serta matang sempurna di kantin sehat.
    3. Membuang sampah pada tempat penampungan yang tepat.
    4. Menerapkan kawasan tanpa rokok di area kampus dan permukiman.
    5. Memjaga kebersihan sanitasi diri dan fasilitas umum.
    6. Mengonsumsi asupan bergizi seimbang serta berolahraga secara teratur. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
    Komentar
    Additional JS