Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arena Berita Featured FIFA ASEAN Cup Sepak bola Sepak bola Internasional Spesial Timnas Malaysia Timnas Singapura

    Isu Laga Settingan Melebar ke Soal Ekonomi, DPR Singgung Cara Bertetangga Malaysia dan Singapura - Viva

    6 min read


    Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hoerudin.

    Jakarta, VIVA – Meski Timnas Indonesia akhirnya melenggang ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melumat Bangladesh 9-2, hasil pertandingan Malaysia vs Singapura dengan skor 6-0 dinilai janggal.

    Baca Juga

    Dugaan pengaturan skor di laga Malaysia vs Singapura pada FIFA ASEAN Cup 2026 berbuntut pada isu hubungan diplomatik-ekonomi Indonesia dengan kedua negara tetangga tersebut.

    Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hoerudin Amin terang-terangan mengaitkan hubungan ekonomi Indonesia dengan Malaysia dan Singapura.

    Baca Juga

    Hoerudin menyebut, Singapura adalah salah satu investor asing terbesar di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Sedangkan Malaysia juga disebutnya termasuk dalam jajaran investor utama RI.

    Buntut isu laga settingan dan hubungan ekonomi tersebut, legislator dari Fraksi PAN itu pun akhirnya menyinggung masalah cara bertetangga kedua negara terhadap Indonesia.

    Baca Juga

    “Indonesia membuka pintu lebar-lebar untuk bisnis mereka, tapi di lapangan kita nyaris dijegal. Kalau dugaan ini terbukti, itu bukan cara bertetangga yang baik," ujarnya.

    Tudingan soal sepak bola gajah antara Malaysia vs Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10/2026) malam, bukan tanpa alasan. 
    Pasalnya, pertandingan tersebut menjadi laga penentu tiket final FIFA ASEAN Cup 2026..

    Selisih gol menjadi satu-satunya pembeda antara Indonesia dengan Malaysia untuk menentukan tim yang melaju ke partai puncak.

    Hoerudin berharap Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk membawa persoalan ini ke FIFA.

    Ia meminta PSSI mengumpulkan seluruh bukti yang berkaitan dengan pertandingan Malaysia kontra Singapura.

    "Ini bukan kebetulan yang bisa diterima akal sehat. Kalau benar ada sepak bola gajah, itu pengkhianatan terhadap sportivitas dan penghinaan terhadap Indonesia sebagai tuan rumah. FIFA tidak boleh tutup mata," tegas Hoerudin.

    Timnas Indonesia melaju ke final setelah meraih kemenangan 9-2 atas Bangladesh. Dua gol terakhir Indonesia tercipta pada masa tambahan waktu.

    Menurut Hoerudin, kemenangan tersebut diraih melalui pertandingan yang berlangsung secara sportif.

    Karena itu, Indonesia memang dirasa berhak meminta standar sportivitas yang sama dari seluruh peserta turnamen.

    Hoerudin meminta FIFA memberikan sanksi tegas jika nanti ditemukan bukti adanya kesengajaan atau settingan dalam pertandingan tersebut.

    Menurutnya, turnamen perdana FIFA ASEAN Cup tidak boleh kehilangan integritas sejak penyelenggaraan pertamanya.

    Di sisi lain, Hoerudin mengimbau masyarakat menyampaikan keberatan melalui jalur resmi. Ia meminta publik tidak melampiaskan kemarahan dengan menyerang pemain maupun suporter dari negara lain di media sosial.

    “Biar PSSI dan FIFA yang bekerja. Tugas kita satu: pastikan Garuda juara di SUGBK, Senin (5/10)," pungkasnya.

    Malaysia Juga Mendesak FIFA Mengusut Timnas Indonesia

    Terkait persoalan yang sama, Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga mendesak FIFA memberikan klarifikasi terkait perubahan waktu tambahan dalam pertandingan Timnas Indonesia vs Bangladesh.

    FAM mempertanyakan keputusan perangkat pertandingan yang awalnya memberikan waktu tambahan 2 menit, tetapi kemudian berubah menjadi tujuh menit dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (1/10/2026).

    Situasi tersebut terjadi ketika Indonesia sudah unggul 7-2 atas Bangladesh, kemudian waktu tambahan diperpanjang sampai skuad Garuda berhasil mencetak 2 gol tambahan.

    Skuad asuhan John Herdman akhirnya menang 9-2 dan finis di puncak Grup A dengan mengoleksi tujuh poin.

    Meski Malaysia juga mengoleksi poin sama, tetapi unggul produktivitas gol sehingga berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

    FAM kemudian menyampaikan keberatan mereka kepada FIFA.

    "Dalam pertandingan tersebut, durasi stoppage time yang awalnya diumumkan selama dua menit kemudian diubah menjadi tujuh menit."

    "Terkait hal ini, FAM akan mengajukan permintaan resmi kepada Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk meminta klarifikasi mengenai dasar, prosedur, dan situasi yang melatarbelakangi perubahan durasi injury time tersebut," tulis FAM.

    Menurut FAM, pengelolaan waktu pertandingan harus dilakukan secara tepat agar setiap laga berjalan sesuai dengan aturan kompetisi.

    "FAM juga berpandangan bahwa masalah ini perlu mendapat perhatian yang semestinya, mengingat pertandingan tersebut menentukan klasemen akhir Grup A, yang berdampak pada penentuan tim yang lolos ke babak final," ucap FAM.

    "Oleh karena itu, FAM mendesak FIFA untuk meninjau kembali insiden tersebut dan memberikan penjelasan rinci mengenai keputusan yang diambil oleh perangkat pertandingan, termasuk apakah perubahan durasi injury time tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku."

    Christian Gonzales dan Timnas Indonesia

    Pernah Bela Timnas Indonesia, Momen Bahagia Cristian Gonzales di Bangku Penonton Saksikan FIFA ASEAN CUP 2026

    Mantan pesepak bola, Cristian Gonzales terlihat bahagia melihat Timnas Indonesia berhasil mengamankan tempat final di laga FIFA ASEAN CUP 2026 setelah menang melawan Ban

    img_title

    VIVA.co.id

    2 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS