Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kapolri Kasus Spesial

    Janji Kapolri Sikat Aparat Beking Narkoba dan Tambang Ilegal - Kompas

    5 min read

     



    JAKARTA, KOMPAS.com - Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengumbar sejumlah janji usai menjabat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sejak dilantik pada 1 Oktober 2026.

    Salah satu janji yang ia sampaikan yakni memberantas aparat yang membekingi peredaran narkoba.

    Suyudi mengungkapkan janji itu saat bertemu dengan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

    Baca juga: Kapolri soal Perusahaan Asing Terlibat Karhutla: Ada Negara Tetangga

    “Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” kata Suyudi, dalam siaran pers Divisi Humas Polri, dikutip Senin (19/10/2026).

    Instruksi Kapolri ke Kapolda soal Kampung Narkoba dan Bandar

    Dalam hal ini, Suyudi menyinggung modus peredaran narkotika, termasuk penggunaan vape untuk mengedarkan narkotika cair.

    “Kita harus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kerja sama dalam pemberantasannya,” ujar dia.

    Tambang ilegal dan kejahatan transnasional

    Bukan hanya narkotika, Suyudi juga berjanji bakal memberantas pertambangan ilegal melalui pembentukan satuan tugas (satgas) terpadu.

    Satgas tersebut ditujukan untuk menindak aktivitas pertambangan ilegal sekaligus melindungi kekayaan alam negara.

    Suyudi juga menekankan pentingnya memberantas premanisme dan pemalakan yang meresahkan masyarakat serta mengganggu kegiatan ekonomi.

    Di bidang keamanan digital, eks Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menyoroti ancaman serangan siber dan penyalahgunaan identitas di ruang digital.

    Baca juga: 6 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan akibat Asap Karhutla

    Menurut dia, penguatan kemampuan siber dan pengembangan sistem identitas digital yang terverifikasi diperlukan untuk mencegah kejahatan.

    “Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan,” ujar dia.

    “Penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” lanjut Suyudi.

    Ingin Indonesia bersih dari narkoba

    Sejak dilantik sebagai Kapolri, Suyudi diketahui memerintahkan jajarannya untuk menggelar operasi ke sejumlah wilayah di Indonesia yang dianggap sarang narkoba.

    Lokasi-lokasi itu menyasar perkampungan hingga Tempat Hiburan Malam (THM) di berbagai daerah.

    Alasannya, eks Kapolda Banten itu mempunyai cita-cita agar Indonesia bersih dari peredaran narkoba.

    “Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” kata Suyudi, dalam siaran pers Divisi Humas Polri, Selasa (13/10/2026).

    Suyudi menuturkan, dalam penanganan kasus narkoba, Polri juga membedakan pengguna dengan bandar maupun pengedar narkoba.

    Baca juga: Jenderal Suyudi dan Gaspol Pemberantasan Narkoba

    Pengguna yang memenuhi ketentuan diarahkan untuk menjalani rehabilitasi, sedangkan bandar dan pengedar diproses sesuai hukum yang berlaku.

    “Polri akan terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam pemberantasan narkoba, termasuk menelusuri jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika,” kata Suyudi.

    Janji sejak sebelum dilantik

    Sementara, saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR RI atau beberapa jam sebelum dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri, Suyudi menjanjikan memberantas segala aksi premanisme dan pemerasan.

    "Prioritas penindakan tegas terhadap kejahatan, humanis terhadap masyarakat. Narkotika tetap menjadi fokus, premanisme dan pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, dan debt collector juga menjadi prioritas," ujar Suyudi, dalam fit and proper test, Kamis (1/10/2026).

    “Humanis tidak berarti permisif terhadap kejahatan, tegas tidak berarti sewenang-wenang," sambung dia.

    Dia berjanji bahwa dalam 100 hari pertamanya menjadi momentum untuk membenahi dan membersihkan internal Polri.

    Program 100 hari pertama tidak akan sekadar diisi dengan pengumuman berbagai program.

    Menurut dia, periode tersebut menjadi fase untuk membuktikan arah perubahan di tubuh Polri.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS