Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Anies Baswedan Arena Berita Featured Infrastructure Awards Jakarta International Stadium Juara Sepak bola Sepak bola Indonesia Spesial Tekno

    JIS Besutan Anies Raih Penghargaan Infrastructure Awards 2026, Geisz Chalifah: Jangan Tutup Mata Terhadap Karya Anak Bangsa

    5 min read

     

    …

    Jakarta International Stadium (JIS).

    FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jakarta International Stadium (JIS) kembali meraih pengakuan internasional di tengah kontroversi politik yang kerap menyertainya di dalam negeri. Terutama setelah Anies Baswedan menyelesaikan masa kepemimpinannya di Jakarta.

    Produser Jakarta Melayu Festival, Geisz Chalifah, menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa karya anak bangsa di JIS diakui dunia.

    Terbaru, JIS meraih penghargaan Bentley Systems Year in Infrastructure Awards 2026 di Singapura untuk kategori Structural Engineering melalui proyek rekayasa atap buka-tutup terbesar.

    Ajang tersebut meneliti dan menilai lebih dari 300 proyek dari organisasi di 53 negara dengan 12 pemenang di berbagai kategori, dan JIS menjadi salah satunya.

    "Bentley Systems bukan perusahaan sembarangan. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini bergerak di bidang perangkat lunak rekayasa infrastruktur yang digunakan untuk merancang, membangun, dan mengelola berbagai proyek infrastruktur di dunia. Lebih dari 300 proyek dari 53 negara, JIS terpilih sebagai salah satu pemenangnya," ujar Geisz, dikutip dari akun media sosialnya, Sabtu (10/10/2026).

    Menurut Geisz, pengakuan terhadap JIS juga datang dalam bentuk lain. National Geographic melalui tayangan Mega Structures menyoroti konstruksi dan rekayasa stadion ini, termasuk tantangan pembangunan struktur atapnya. Pada 2021, media Inggris Daily Mail juga memasukkan JIS ke dalam daftar 10 stadion termegah di dunia.

    "JIS juga mencatat tiga rekor MURI pada 2021: pengangkatan struktur atap stadion dengan bobot 3.900 ton, stadion pertama di Indonesia yang menggunakan sistem atap buka-tutup, serta stadion dengan sertifikasi Green Building Platinum pertama," katanya.

    Geisz menegaskan perlu dibedakan bentuk pengakuan tersebut. Penghargaan Bentley merupakan kemenangan dalam kompetisi internasional, National Geographic memberikan sorotan dokumenter, Daily Mail memberikan pengakuan melalui daftar stadion, sedangkan MURI mencatat rekor nasional.

    "Lalu, apa hubungannya dengan Anies Baswedan? JIS merupakan bagian dari janji kampanye Anies pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Stadion ini dibangun untuk menjadi fasilitas olahraga bertaraf internasional sekaligus rumah baru bagi Persija Jakarta dan The Jakmania," ungkap Geisz.

    Ia menyebut pembangunan JIS melibatkan banyak pihak, termasuk WIKA Gedung dan mitra konstruksi. Karena itu, penghargaan atas rekayasa konstruksinya juga merupakan pengakuan terhadap kerja para insinyur, tenaga ahli, dan pekerja Indonesia.

    "Namun, peran para pelaksana tidak menghapus fakta bahwa JIS merupakan salah satu proyek monumental yang diwujudkan pada masa kepemimpinan Anies," tuturnya.

    Geisz menyinggung menjelang Piala Dunia U-17 2023, JIS justru menjadi arena kontroversi mengenai rumput dan akses penonton. Saat itu Erick Thohir bersama sejumlah pejabat meninjau stadion dan mempersoalkan kesiapan fasilitasnya.

    "Evaluasi teknis tentu bisa dilakukan. Tetapi di tengah perdebatan itu, JIS juga telanjur menjadi simbol pertarungan politik mengenai warisan pembangunan Anies. Kini, penghargaan internasional kembali menempatkan rekayasa JIS dalam sorotan," katanya.

    Menurutnya, di dalam negeri stadion ini diperdebatkan, namun di panggung internasional kemampuan rekayasanya mendapat pengakuan.

    "Buat gue, persoalannya sederhana. Kita boleh mengkritik Anies. Kita boleh mengevaluasi JIS. Tetapi jangan sampai perbedaan politik membuat kita menutup mata terhadap pencapaian anak bangsa," tegas Geisz.

    "Sebab, yang membangun stadion bukan hanya nama seorang gubernur. Ada insinyur, tenaga ahli, dan pekerja Indonesia yang mengerjakan struktur raksasa itu. Mereka pantas mendapat pengakuan atas pekerjaannya. Dan kalau karya mereka berhasil membawa nama Indonesia ke panggung internasional, mengapa kebanggaan itu harus dikecilkan hanya karena proyeknya lahir pada masa kepemimpinan Anies Baswedan?" lanjutnya.

    Ia menutup dengan menegaskan JIS bukan sekadar bangunan, melainkan bagian dari sejarah pembangunan Jakarta yang tidak bisa dihapus hanya karena politik berganti.

    Standar FIFA dan Konsep Ramah Lingkungan (Green Building)

    Sebagai stadion berstandar FIFA, JIS dirancang secara cermat dengan mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Stadion ini mengusung konsep Green Building dengan level Platinum Grade, sertifikasi tertinggi untuk bangunan ramah lingkungan di Indonesia.

    Beberapa keunggulan utama dari Jakarta International Stadium meliputi:

    Kapasitas Skala Besar: Menempati peringkat kelima sebagai stadion terbesar di Asia dengan daya tampung penonton yang masif.

    Fasilitas Mutakhir: Dilengkapi dengan teknologi penunjang berstandar internasional untuk kenyamanan penonton dan pemain.

    Desain Ramah Lingkungan: Menerapkan standar efisiensi energi yang ketat melalui sertifikasi Platinum Grade Green Building.

    Kehadiran JIS bukan hanya menjadi fasilitas olahraga multifungsi bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga membuktikan kemampuan konstruksi nasional dalam melahirkan mega proyek berkelas dunia yang diakui secara internasional. (Erfyansyah/Fajar)


    Komentar
    Additional JS