Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karhutla Kasus Lintas Peristiwa Malaysia Mendagri Spesial Tito Karnavian

    Karhutla di Indonesia Diprotes Malaysia, Mendagri Tito: Tak Bisa Diatasi oleh Satu Pihak - Viva

    4 min read

     


    Mendagri, Tito Karnavian

    Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian angkat bicara terkait asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang diprotes oleh negara Malaysia. Permasalahan karhutla di Indonesia harus diselesaikan oleh semua pihak.

    Baca Juga

    "Tidak bisa diatasi sendiri oleh satu pihak, apalagi oleh Pemda saja. Perlu didukung oleh kekuatan nasional, TNI, Polri, BNPB, kemudian Kementerian Kehutanan, Kementerian LH. Nah, karena ini tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja," kata Tito kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).

    Tito menjelaskan kebanyakan lahan yang terbakar di Indonesia merupakan lahan gambut. Ia menilai lahan gambut harus dipadamkan dengan jumlah volume air yang besar.

    Baca Juga

    Lahan yang sudah terlanjur terbakar, tak bisa dipadamkan begitu saja. Tito mengatakan pemerintah barus berkolaborasi dengan cara modifikasi cuaca.

    "Nah, saya berharap tentu kolaborasi ini yang menjadi sangat penting. Kalau lahan gambut setahu saya, hanya bisa dipadamkan dengan volume air yang besar. Entah itu melalui hujan alami ataupun hujan buatan," ujar dia.

    Baca Juga

    "Kemudian yang kedua adalah mengalirkan air sebanyak-banyaknya, ya melalui irigasi misalnya, dengan dari sumber air, entah sungai, danau, bendungan, waduk dan lain-lain, sampai masuk ke dalam," imbuhnya.

    Maka itu, Tito sudah menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk melakukan pencegahan pembakaran lahan. Ia meminta agar para Forkopimda bergerak untuk membantu masyarakat dalam pemadaman karhutla yang sudah terlanjur terjadi.

    "Ini rekan-rekan kepala daerah tolong, berani untuk melakukan pencegahan itu bersama-sama dengan Forkopimda. Para tentara, polisi, semua bergerak, tokoh masyarakat, larang pembakaran baru, apapun juga alasannya di masa darurat ini," pungkasnya.

    Sebelumnya diberitakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyampaikan dia telah menghubungi Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan untuk menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.

    Komunikasi dengan Menlu Malaysia itu dilakukan oleh Menlu RI untuk menindaklanjuti pembicaraan via telepon antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim pada pekan ini.

    “Ya kita sudah berkomunikasi dengan (Malaysia, red.), dari saya sudah berbicara juga dengan Menlu Malaysia, dan juga kita sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel, kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” kata Arrmanatha menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dikutip Minggu (11/10/2026).

    Tata, sapaan akrab Arrmanatha, lebih lanjut menyampaikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

    “Harapan kita (karhutla, red.) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” ujar dia.

    Mendagri, Tito Karnavian (Tengah)

    Mendagri: Serangan Houthi Yaman ke Bandara Riyadh Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

    Mendagri menyoroti situasi geopolitik di Timur Tengah yang makin memanas. Termasuk, serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

    img_title

    VIVA.co.id

    12 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS