Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bakom Berita Dunia Internasional Featured Karhutla Kasus Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Malaysia Singapura Spesial

    Karhutla Indonesia Buat Singapura hingga Malaysia Terdampak Kabut Asap, Bakom RI: Kita Minta untuk Mengerti - Viva

    5 min read

     


    Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan di Istana Negara, Jumat (2/10/2026)

    Jakarta, VIVA - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia, membuat negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia terdampak kabut asap. Menyikapi hal ini, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda Nainggolan, meminta kedua negara memahami kondisi yang disebutnya sebagai fenomena alam.

    Baca Juga

    Syahganda juga meyampaikan, bahwa pemerintahan Indonesia memahami keresahan negara tetangga akibat asap yang menyebar hingga ke wilayah mereka. Namun, ia menilai kebakaran yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kesalahan manusia.

    “Jadi, kita juga minta kepada semua tetangga kita untuk mengerti ini adalah di luar beyond human error, ini betul-betul alam,” ucap Syahganda di kantor Lemhannas, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). 

    Baca Juga

    Selain itu, Syahganda menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Malaysia sejauh ini berjalan sangat baik. 

    Menurutnya, pemerintah terus berupaya menjelaskan situasi karhutla beserta langkah-langkah penanganannya kepada negara-negara yang terdampak asap.

    Baca Juga

    Kemudian, Syahganda turut menyinggung kontribusi hutan Indonesia bagi negara tetangga. Ia menyampaikan bahwa hutan Indonesia tidak hanya dikaitkan dengan persoalan asap, tetapi juga dengan pasokan oksigen bagi kawasan sekitarnya.

    “Kita bukan hanya mengirim asap, tapi kalau asapnya enggak ada, kita mengirim oksigen. Oksigen Singapura dan Malaysia itu kan datang dari hutan-hutan kita,” katanya.

    Di sisi lain, Malaysia telah menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi kabut asap yang melanda negaranya. Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan kualitas udara di negaranya telah melewati kategori tidak sehat dan mendekati indeks berbahaya.

    Pemerintah Malaysia pun berharap pembahasan teknis dengan Indonesia mengenai operasi penanganan karhutla segera diselesaikan. 

    Penyelesaian tersebut diperlukan agar Malaysia dapat mengirim tim untuk membantu memadamkan kebakaran yang memicu kabut asap lintas batas.

    Mohamad mengatakan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyetujui tawaran bantuan dari Malaysia. 

    Meski demikian, kedua negara masih membahas mekanisme operasi, termasuk cara pelaksanaan dan lokasi penempatan tim yang akan diterjunkan.

    “Saya berharap perundingan mengenai operasi ini, termasuk bagaimana dan di mana tim dari Malaysia dapat membantu, bisa segera diselesaikan,” ucapnya, Rabu (7/10/2026).

    Masih lanjutnya menjelaskan, bahwa pemerintah Malaysia ingin persoalan teknis tersebut segera diputuskan agar tim bantuan bisa bergerak. Menurutnya, kebakaran yang meluas, terutama di Kalimantan, membutuhkan penanganan yang terkoordinasi.

    “Kabut asap di negara kita sudah sangat parah. Sudah melewati kategori tidak sehat dan hampir masuk indeks berbahaya,” ujarnya.

    Syahganda mengatakan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim telah mengirim utusan melalui Menteri Luar Negeri Malaysia untuk membahas penanganan karhutla dengan Menteri Luar Negeri RI. Pembicaraan tersebut, menurut dia, diarahkan untuk merinci langkah yang bisa dilakukan kedua negara dalam mengatasi kebakaran.

    “Kita mendetailkan pembicaraan agar bisa bersama-sama mengatasi Karhutla tersebut. Ini kan baru kemarin ya, satu hari dua hari lalu, nanti saya lihat ya, saya masih akan cari,” pungkas Syahganda. 

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Malaysia.

    Bobby Nasution Usulkan Jalur Laut dan Subsidi Logistik untuk Ekspor UMKM ke Malaysia, Ungkap Skema yang Ideal

    Guna menekan biaya pengiriman, mempercepat perputaran modal, dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM Sumut, Bobby mengusulkan jalur laut dan subsidi logistik.

    img_title

    VIVA.co.id

    12 Oktober 2026

    Komentar
    Additional JS