Karhutla Masih Mengancam, 17.108 Titik Panas Terdeteksi dan 1.673 Penerbangan Terdampak - Surabaya Post

Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius hingga Senin, 12 Oktober 2026. Meskipun jumlah titik panas (hotspot) mengalami penurunan, kabut asap terus berdampak pada kesehatan masyarakat, penerbangan, dan hubungan dengan negara tetangga.
Update Titik Panas
Berdasarkan data sistem SiPongi+ Kementerian Kehutanan, terdeteksi 17.108 titik panas dalam pemantauan 24 jam terakhir (hingga Senin pagi).
Angka ini turun 2.058 titik dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 19.166.
Provinsi dengan hotspot terbanyak:
- Kalimantan Tengah: 5.938 titik
- Papua Selatan: 3.496 titik
- Sumatera Selatan: 1.280 titik
- Papua Barat: 860 titik
- Kalimantan Timur: 732 titik
- Kalimantan Selatan: 623 titik
- Kalimantan Barat: 515 titik
Titik panas juga masih terdeteksi di sejumlah wilayah lain, termasuk Lampung.
Dampak pada Penerbangan dan Kesehatan
Kementerian Perhubungan mencatat 1.673 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026. Rinciannya:
- 745 penerbangan terlambat
- 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda
- 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain
- 6 penerbangan kembali ke bandara asal (return to base)
Maskapai yang paling terdampak adalah Citilink (478 penerbangan), diikuti NAM Air, Wings Air, dan Super Air Jet.
Gangguan paling parah terjadi di bandara-bandara Kalimantan, seperti Supadio (Pontianak), Tjilik Riwut (Palangka Raya), dan Syamsudin Noor (Banjarmasin), serta beberapa bandara di Sumatera dan Papua.
Related Posts
Kabut asap juga menyebar hingga Malaysia, Singapura, dan negara tetangga lainnya.
Kualitas udara di sejumlah kota di Kalimantan dan Sumatera masuk kategori tidak sehat hingga berbahaya.
Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat tinggi, dengan data nasional mencapai lebih dari 170.000 kasus, termasuk puluhan ribu di Sumatera Selatan saja pada September 2026.
Respons Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan pada Senin sore (12/10/2026) untuk mengevaluasi penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera.
Rapat diikuti Menko Polkam, Menteri Pertahanan, Panglima TNI, Kapolri, dan pejabat terkait lainnya.
Pemerintah sebelumnya mengerahkan lebih dari 60.000 personel gabungan, helikopter, dan pesawat untuk water bombing serta operasi modifikasi cuaca. Penegakan hukum juga terus digalakkan.
Polri menangani ratusan laporan, dengan ratusan individu ditetapkan sebagai tersangka dan beberapa korporasi masih dalam proses penyidikan.
Sorotan Internasional dan Gugatan
Media asing menyoroti kondisi karhutla tahun ini yang diperburuk fenomena El Niño. Warga dan LSM di Kalimantan juga mengajukan gugatan class action terhadap pemerintah, menuntut penanganan yang lebih serius dan pemulihan dampak kesehatan.
Meskipun ada penurunan hotspot, pihak berwenang mengingatkan kewaspadaan tetap tinggi karena kondisi cuaca masih mendukung potensi kebakaran, terutama di lahan gambut.
Upaya pemadaman dan pencegahan terus dilakukan di lapangan, termasuk pelibatan masyarakat.@ *
