Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Influenza ISPA Karangasem Kasus Kesehatan Spesial

    Kasus ISPA di Karangasem Meningkat, Dinkes Perketat Pemantauan dan Waspadai Influenza - Bali Puspa News

    2 min read

     


    Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra

    KARANGASEM, balipuspanews.com – Peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Karangasem mulai menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan.

    Kenaikan kasus yang terpantau dalam dua pekan berturut-turut mendorong pengawasan diperketat, terutama terhadap potensi penularan influenza di tengah masyarakat.

    Berdasarkan pemantauan Dinas Kesehatan Karangasem, kasus ISPA pada minggu ke-37 tercatat sebanyak 16 kasus. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 18 kasus pada minggu ke-38.

    Meski kenaikannya relatif terbatas, tren tersebut tetap menjadi perhatian. Dinas Kesehatan Karangasem tidak ingin perubahan jumlah kasus luput dari pengawasan, terlebih influenza merupakan salah satu infeksi virus yang dapat menyebar melalui saluran pernapasan.

    Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan pemantauan dilakukan secara rutin setiap minggu untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mendeteksi kemungkinan peningkatan penularan sejak dini.

    “Influenza ini merupakan infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Ini menjadi perhatian karena terjadi peningkatan penyebaran di sejumlah daerah dan di negara lain,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

    Menurutnya, ISPA masih menempati posisi teratas dalam pemantauan penyakit mingguan di Karangasem. Karena itu, perkembangan kasus terus dievaluasi untuk menentukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi peningkatan yang lebih signifikan.

    “Setiap minggu kami monitor. Kalau mulai ada peningkatan, kami lakukan verifikasi dan pemantauan. Ini kami lakukan karena penyakit yang berpotensi menjadi wabah harus terus dipantau,” jelasnya.

    Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemiologi apabila ditemukan indikasi peningkatan kasus. Sejauh pemantauan yang disampaikan, kasus yang ditemukan belum sampai menyebabkan pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

    Lebih jauh, kasus influenza kerap dianggap sebagai penyakit ringan karena gejalanya menyerupai gangguan pernapasan yang umum terjadi. Gejala tersebut meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan demam.

    Namun, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang menetap atau semakin berat. Dalam kondisi tertentu, infeksi saluran pernapasan dapat berkembang menjadi gangguan yang lebih serius, termasuk sesak napas.

    Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi, ibu hamil, orang dengan penyakit penyerta atau komorbid, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.

    “Kalau gejalanya ringan, masyarakat bisa beristirahat dan menjaga kondisi tubuh. Tetapi apabila gejala menetap atau semakin berat, sebaiknya segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

    Penulis : Gede Suartawan
    Editor: Oka Suryawan 

    Komentar
    Additional JS