Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional ESDP Featured Jepang KBRI Tokyo Spesial

    KBRI Tokyo Bahas Peluang Kerja WNI Jelang Penerapan ESDP - Chatnews

    6 min read

     

    Dimas Saputra

    Author

    KBRI Tokyo Bahas Peluang Kerja WNI Jelang Penerapan ESDP
    Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini P. Sjahrir saat memberikan sambutan dalam forum ketenagakerjaan di Tokyo, Rabu, 28 Oktober 2026 (Foto: Dokumentasi/ KBRI Tokyo)

    Smallest Font

    Largest Font

    ChatNews.id – Perubahan sistem penerimaan dan pembinaan tenaga kerja asing di Jepang membuka peluang baru bagi warga negara Indonesia (WNI). KBRI Tokyo bersama Japan-Indonesia Association (JAPINDA) membahas kesempatan kerja, peningkatan kompetensi, serta perlindungan pekerja Indonesia dalam forum ketenagakerjaan di Tokyo, Rabu, 28 Oktober 2026, menjelang penerapan sistem Employment for Skill Development Program (ESDP) pada April 2027.

    Dilansir dari RRI, sekitar 80 perwakilan perusahaan, lembaga ketenagakerjaan, dan pemerintah daerah Jepang menghadiri forum tersebut. Pertemuan ini juga membahas kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan kebijakan ketenagakerjaan di Jepang.

    ESDP dirancang untuk menggantikan Technical Intern Training Program (TITP). Melalui sistem baru tersebut, pekerja akan menjalani pembinaan selama tiga tahun sebelum memiliki kesempatan beralih ke skema Specified Skilled Worker (SSW).

    Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartini P. Sjahrir, menilai perubahan sistem tersebut memberikan kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia. Namun, peningkatan kesiapan dan kualitas pekerja tetap diperlukan agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan.

    "Kebutuhan Jepang dan kesiapan Indonesia kini bertemu. Namun, momentum ini baru akan bermakna bila kita kelola dengan baik," ujar Nurmala Kartini P. Sjahrir, Duta Besar RI untuk Jepang, sebagaimana dikutip dari laman Kemlu RI pada Jumat, 30 Oktober 2026.

    Selain perubahan sistem, forum tersebut menempatkan peningkatan kompetensi sebagai salah satu pembahasan utama. Peserta menyoroti kebutuhan pelatihan vokasi, sertifikasi keterampilan, serta penguasaan bahasa Jepang bagi calon pekerja Indonesia.

    Aspek penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI) juga menjadi perhatian. Pembahasan mencakup pengembangan karier, peluang pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggi, serta kesempatan bagi tenaga profesional Indonesia di Jepang.

    Kerja sama bilateral dalam skema SSW turut menjadi agenda pertemuan. Pembaruan kesepakatan antara Indonesia dan Jepang mengenai jalur tersebut masih berada dalam tahap negosiasi.

    Sejumlah bidang pekerjaan yang dibahas meliputi program magang internasional dan pekerjaan pengemudi melalui skema SSW. Peserta juga membicarakan pengembangan kesempatan kerja dan perlindungan tenaga kerja Indonesia di berbagai sektor.

    Data per Juni 2026 mencatat jumlah WNI yang tinggal di Jepang mencapai 307.456 orang. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai kelompok warga asing terbesar keenam di negara tersebut.

    Dari jumlah tersebut, sebanyak 108.367 WNI bekerja melalui skema SSW, sementara 139.846 lainnya tercatat melalui program TITP. Kedua jalur tersebut menjadi bagian penting dari penempatan tenaga kerja Indonesia di Jepang.

    Data Januari hingga Juli 2026 juga menunjukkan penambahan 57.200 pekerja Indonesia melalui kedua skema tersebut. Jumlah itu meningkat 25 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS