Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita BNPB Featured Spesial

    Kepala BNPB Lapor ke Prabowo Karhutla Tersisa 639 Hektare - Kompas

    5 min read



    JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi kini tersisa 639,23 hektar.

    "Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan jumlahnya adalah 639,23 hektar," ujar Suharyanto dalam rapat bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026), disiarkan dalam video kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/10/2026).

    Baca juga: Pemerintah: Keberhasilan Operasi Darat Pemadaman Karhutla di Atas 80 Persen

    Suharyanto menyebut ada enam provinsi yang menjadi prioritas, mengingat yang terbakar adalah lahan gambut.

    Enam provinsi yang dimaksud ialah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.

    Prabowo Sebut 639,2 Hektar Lahan Terbakar, Minta Kapolri Siapkan Polisi Hutan

    "Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan," kata Suharyanto.

    Lahan mineral seluas 513,89 hektar terbakar di Taman Nasional Tanjung Puting. Pangdam Kalimantan Tengah memimpin pemadaman di lokasi.

    Baca juga: TN Tanjung Puting Kebakaran, Kemenhut Sebut Pemadaman Terkendala Kabut Asap

    Suharyanto menyebut satgas udara sudah mencoba bergerak dari bandara di Palangkaraya Kalimantan Tengah maupun Banjarmasin Kalimantan Selatan.

    Hanya saja, kata dia, visibilitas atau jarak pandang terlalu pendek akibat kabut asap yang begitu tebal.

    "Dan di Kalimantan Tengah ini, operasi-operasi udara, baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah," kata Suharyanto.

    Asap terlalu pekat, heli water bombing terkendala

    Suharyanto menyampaikan, ada dua provinsi yang masih dalam kondisi cukup berat, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

    Menurutnya, karhutla di daerah lain lebih mudah dipadamkan.

    "Kami juga tetap mengerahkan heli water bombing untuk tempat-tempat yang susah dijangkau, sebagai contoh Taman Nasional Way Kambas, Tanjung Puting di Pangkalan Bun, dan Halmahera Timur di Maluku Utara," jelasnya.

    Suharyanto membeberkan, di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, petugas berfokus pada operasi darat.

    Dia mengeluhkan helikopter tidak bisa melakukan water bombing karena tak bisa terbang akibat visibility rendah.

    "Untuk Sumatera Selatan baru hari ini bisa terbang. Dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca, kami tambah armadanya. Kalimantan Tengah menggunakan 4 pesawat, dan Sumatera Selatan menggunakan 2 pesawat dari Pangkal Pinang," papar Suharyanto.

    Meski begitu, Suharyanto berjanji akan terus bekerja keras sekuat tenaga dalam mengatasi karhutla.

    Dia pun berharap kepada prediksi BMKG bahwa sebentar lagi akan turun hujan.

    "Paling tidak di bulan Oktober ini, mudah-mudahan nanti begitu prediksi BMKG sudah mulai turun hujan alami di pertengahan Oktober sampai dengan November dan selanjutnya, setelah musim hujan turun tentu saja kondisi karhutla akan lebih baik. Tapi sebelum itu kami siap untuk bekerja keras mengerahkan segala kemampuan yang kami miliki," imbuhnya.

    Presiden RI Prabowo Subianto rapat mengenai karhutla di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

    Lihat Foto

    Kata Prabowo

    Mendengar laporan Suharyanto itu, Prabowo melakukan konfirmasi ulang.

    Prabowo memastikan kepada Suharyanto apakah betul karhutla yang tersisa hanya seluas 639,23 hektare saja.

    Sebab, Prabowo berpikir luas karhutla saat ini masih mencapai angka ratusan ribu hektare, atau minimal puluhan ribu hektare.

    "Kepala BNPB, saya mau rekonfirmasi ya. Jadi kondisi sekarang, total di enam provinsi yang masih, masih harus dipadamkan berarti masih terbakar ya, adalah 639,23 hektar. Apa benar itu?" tanya Prabowo.

    "Betul, Bapak Presiden," jawab Suharyanto.

    "Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu, ternyata sudah jauh ya," kata Prabowo.

    "Alam kita berat. Tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu, kita sekarang di bawah 1.000. Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan ke depan," lanjutnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS