Ladang Ganja Seluas 18 Hektare Terungkap di Aceh Utara, Empat Petani Diamankan - Kompas
BANDA ACEH, KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama tim gabungan mengungkap keberadaan ladang ganja seluas kurang lebih 18 hektare di Kabupaten Aceh Utara.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan empat orang petani yang diduga terlibat dalam penanaman ganja.
Kepala BNNP Aceh, Dedy Tabrani, di Banda Aceh, Rabu, mengatakan ladang ganja itu ditemukan di Dusun Alue Garut dan Dusun Cot Mancang, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.
"Pengungkapan ladang ganja tersebut berlangsung dalam operasi gabungan pada Selasa (27/10/2026). Selanjutnya para terduga petani ganja tersebut diserahkan kepada Polres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut," katanya, Rabu (28/10/2026) dikutip dari Antara.
Cara Baru Nonton Cerita Rakyat : Mikrodrama Verikal - BEGINU
Baca juga: Viral Kamera CCTV Disembunyikan Dalam Pengharum Ruangan di RSUDZA Banda Aceh
Penyerahan empat orang yang diamankan kepada Polres Lhokseumawe dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Status mereka masih sebagai terduga, sehingga keterlibatan masing-masing dalam penanaman ganja perlu dibuktikan melalui proses hukum.
Bagaimana petugas menemukan ladang ganja seluas 18 hektare?
Operasi pengungkapan ladang ganja tersebut melibatkan sekitar 90 personel gabungan dari BNNP Aceh, Polda Aceh, Satuan Brimob, dan Polres Lhokseumawe.
Berdasarkan hasil temuan di lapangan, ladang ganja tersebut berada pada ketinggian sekitar 207 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tanaman ganja yang ditemukan memiliki tinggi berkisar satu hingga dua meter.
Baca juga: Penjelasan RSUDZA Aceh soal Temuan CCTV dalam Pengharum Ruangan
Jarak tanam antartanaman diperkirakan sekitar setengah meter, sedangkan usia tanaman berkisar dua hingga empat bulan.
Dedy mengatakan pengungkapan ladang ganja tersebut bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.
"Pengungkapan ladang ganja bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen BNNP Aceh dalam memperkuat semangat perjuangan generasi muda melawan narkoba serta mewujudkan Aceh bersih penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," katanya.
Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan 32 Ton BBM Subsidi di Aceh, Polisi Amankan 18 Kendaraan dan 22 Orang Tersangka
BNNP Aceh berharap generasi muda dapat mengambil peran sebagai pelopor gerakan antinarkoba di lingkungan masing-masing.
"Pemuda Aceh diharapkan menjadi pelopor gerakan antinarkoba, baik di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, maupun gampong. Kami mengajak para pemuda bersatu melawan narkoba dan mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan Aceh produktif, dan bersih narkoba," katanya.
Dedy menambahkan, pengungkapan ladang ganja di Aceh Utara merupakan bagian dari komitmen BNN dalam memperkuat perang terhadap narkotika sekaligus mendorong Gerakan Desa Bersih Narkoba atau Bersinar.
"Upaya pemberantasan tidak hanya menyasar peredaran gelap narkotika, tetapi juga sumber produksinya. BNNP Aceh terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan semua elemen masyarakat mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," kata Dedy.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Prabowo Sebut 639,2 Hektar Lahan Terbakar, Minta Kapolri Siapkan Polisi Hutan
