Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home ASEAN Featured Kabut Asap Karhutla Kasus Kebakaran Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Malaysia Spesial

    Malaysia Akan Bawa Isu Kabut Asap ke ASEAN, Desak Penanganan Lebih Efektif - Kompas

    4 min read


    KOMPAS.com – Pemerintah Malaysia mengumumkan bakal membawa isu kabut asap lintas batas (transboundary haze) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN mendatang menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-49 ASEAN di Manila, Filipina, bulan depan.

    Langkah ini diambil untuk mendorong lahirnya mekanisme regional yang lebih efektif dalam menangani krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Asia Tenggara.

    Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Mohamad Hasan menyampaikan bahwa masalah kabut asap memerlukan perhatian khusus karena belum tercakup dalam skema atau mekanisme penanganan bencana alam yang dimiliki ASEAN saat ini, dikutip dari Bernama, Senin (12/10/2026).

    Baca juga: 12 Penerbangan Malaysia-Singapura Batal akibat Pekatnya Kabut Asap, Ini Daftarnya

    Alasan Malaysia bawa isu kabut asap ke ASEAN

    Usai melepas keberangkatan Raja Yordania Raja Abdullah II di Kompleks Bunga Raya, Sepang, Selangor, Menlu Mohamad Hasan menegaskan urgensi pembentukan regulasi baru di tingkat regional.

    Negara Tetangga Dikepung Asap Karhutla, Menlu RI Telepon Menlu Malaysia Beri Penjelasan

    "Kita sudah memiliki mekanisme ASEAN untuk bencana alam, tetapi kabut asap tidak termasuk atau tidak diklasifikasikan sebagai bencana alam," kata Mohamad Hasan kepada para wartawan.

    "Jadi, ini akan menjadi salah satu isu yang akan saya angkat secara pribadi dalam pertemuan bersama para menlu sejawat," lanjutnya.

    Baca juga: Kabut Asap Memburuk, Libur Sekolah di Malaysia Diputuskan Hari per Hari, Ini Alasan Menteri

    Tantangan pemadaman karhutla di Indonesia: Jarak pandang buruk

    Mengenai upaya penanggulangan kebakaran hutan di Indonesia, Mohamad Hasan mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir.

    Dari komunikasi tersebut, terungkap bahwa jarak pandang yang sangat buruk di area terdampak menjadi kendala utama operasi pemadaman dari udara (aerial firefighting).

    "Indonesia memiliki antara tiga hingga empat pesawat dan 34 helikopter, tetapi armada tersebut tidak dapat lepas landas karena jarak pandang sangat buruk sehingga tidak aman untuk penerbangan apa pun di wilayah terdampak," jelas Mohamad Hasan.

    "Namun, mereka telah mengerahkan 60.000 personel untuk bekerja di jalur darat," tambahnya.

    Selain masalah jarak pandang, Indonesia juga menghadapi tantangan berat karena titik api berada jauh di pedalaman, keterbatasan pasokan air, serta kondisi kebakaran yang terus membara di area tanah gambut.

    Upaya modifikasi cuaca atau operasi semai awan (cloud seeding) juga belum dapat dilakukan di Indonesia saat ini karena ketiadaan awan Cumulonimbus yang potensial.

    Baca juga: Update Karhutla 12 Oktober 2026: 17.108 Titik Panas Terdeteksi, Kalimantan Tengah Terbanyak

    Apresiasi dan harapan Malaysia terhadap Indonesia

    Pemerintah Malaysia mengapresiasi kerja keras pemerintah Indonesia yang telah berupaya maksimal untuk memadamkan api dan menyampaikan rasa simpati atas kondisi yang dialami.

    Meski demikian, pihak Malaysia berharap Indonesia dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk mengatasi karhutla, mengingat dampak kabut asap lintas batas ini telah merugikan masyarakat luas di kawasan.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Malaysia Dikepung Kabut Asap Karhutla, PM Anwar Ibrahim Telepon Prabowo

    Komentar
    Additional JS