Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Karhutla Kebakaran Hutan Lintas Peristiwa Menko PMK Spesial

    Menko PMK: Tawaran Bantuan Negara Tetangga Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan, tawaran bantuan dari negara tetangga terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

    "Terkait dengan tawaran bantuan dari pemerintah negara-negara tetangga, saya kira juga harus disesuaikan dengan kebutuhan yang kita yang ada di lapangan," kata Sugiono, dalam konferensi pers di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

    Sebagai informasi, negara Singapura dan Malaysia turut menawarkan bantuan terkait penanganan karhutla di sejumlah daerah Indonesia.

    Menurut Sugiono, hingga saat ini, pemerintah masih bisa memenuhi kebutuhan untuk penanganan karhutla.

    BEGINU : Cerita Membuat Orang Belajar Tanpa Digurui

    Baca juga: Pemerintah Kirim Bantuan Rp 1,2 Triliun untuk Pemda Terdampak Karhutla

    "Sejauh ini, semuanya bisa kita penuhi, dan tentu saja upaya-upaya yang kita lakukan juga akan terus kita tingkatkan," ujar dia.

    Oleh karena itu, tawaran dari bantuan negara tetangga akan dipertimbangkan lebih dahulu.

    "Dan tentu saja nanti pertimbangan-pertimbangan teknisnya juga akan diberikan oleh badan-badan terkait," ucap dia.

    Baca juga: Karhutla Belum Padam: Opsi Terima Bantuan Asing hingga Kerahkan Polisi Hutan

    Secara umum, ia menegaskan pemerintah terus melakukan upaya yang cukup masif untuk menangani karhutla.

    Berbagai metode pemadaman juga diterjunkan untuk memadamkan karhutla, mulai dari darat hingga udara.

    Menurut Sugiono, sudah ada 71.000 personel darat yang saat ini sudah diterjunkan ke daerah-daerah terdampak dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan.

    Baca juga: Anggota Wantimpres Ignasius Jonan kepada Singapura-Malaysia: Kenapa Kritik Karhutla Sekarang?

    "Selain satgas darat, juga ada kurang lebih 35 helikopter yang terlibat dalam rangka melakukan operasi dari udara, termasuk water bombing. Kemudian juga pesawat-pesawat TNI yang digunakan dalam rangka melakukan operasi pemadaman dengan operasi modifikasi cuaca dengan menaburkan dry ice dan NaCl," ujar dia.

    Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi menyatakan, BNPB masih menganalisis tawaran bantuan dari sejumlah negara tetangga untuk penanganan karhutla di Indonesia.

    Kristomei mengatakan, tawaran itu mesti dikaji dengan matang agar bantuan yang diberikan efektif untuk menangani karhutla dan memang dibutuhkan oleh Indonesia.

    "Sehingga nanti kalau memang kita tidak bisa dan alat itu tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran," kata Kristomei di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

    Kristomei mencontohkan, Singapura menawarkan bantuan berupa angkutan pesawat Hercules C-130 serta masker dan air minum.

    Baca juga: Kepala BNPB Sebut Kombinasi OMC dengan Dry Ice Efektif Turunkan Hujan di Daerah Karhutla

    Namun, pemerintah Indonesia sendiri juga sudah memiliki pesawat serupa sehingga tawaran itu masih dianalisis efektivitasnya.

    "Kalau kita punya pesawat C-130 sendiri, ya kenapa harus punya dari orang luar. Kita lihat keefektifan yang ditaruh oleh mereka itu apa," kata Kristomei.

    Kendati demikian, Kristomei menegaskan, pada prinsipnya Indonesia terbuka menerima bantuan penanganan karhutla dari negara tetangga, namun perlu menyesuaikan kebutuhan dalam negeri.

    "Tidak ada masalah, kita terbuka kok. Dan memang sudah dibuka, kalau memang ada sesuai sama kita, ada bantuan dari luar ya kita terima. Tapi kita lihat dulu, bantuan itu apa dulu," ujar dia.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Malaysia Tawarkan Bantuan Padamkan Karhutla, Indonesia Masih "Diam"

    Komentar
    Additional JS