Pertalite dan Pertamax Mulai Langka di Kediri? Ini Alasannya! - Radar Kediri

KEDIRI, JP Radar Kediri–Bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan pertamax di Kota Kediri mulai langka. Meski belum terjadi antrean panjang seperti di Bali dan luar daerah lainnya, setidaknya stok BBM di tiga SPBU kemarin kosong. Akibatnya, banyak kendaraan yang harus kecele dan putar balik.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kekosongan stok BBM jenis pertalite dan pertamax, di antaranya terjadi di SPBU Joyoboyo, SPBU Semampir, dan SPBU Lirboyo. “Tadi (16/10) saya ke SPBU dekat rumah kosong. Sejak pagi memang tidak terlihat kendaraan keluar dan masuk mengisi bahan bakar,” ujar Ida, 48, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Diakuinya, kemarin dia cukup kesulitan untuk membeli pertalite di SPBU. Setelah stok di SPBU Lirboyo kosong, dia berinisiatif untuk pergi ke SPBU Joyoboyo di tengah kota. Namun, ternyata stok pertalite di sana juga habis. Demikian pula stok pertamax. Yang masih tersedia hanya pertamax turbo dan solar.
“Sampai di SPBU Joyoboyo yang terlihat berjejer adalah petugasnya. Sementara kendaraan banyak yang putar balik karena pertalite atau pertamax sedang kosong. Kendaraan yang sudah kehabisan (BBM), memilih untuk membeli pertamax turbo,” lanjutnya.
Pengamatan koran ini, dalam waktu lima menit saja ada belasan sepeda motor yang putar balik di SPBU Joyoboyo. Hal tersebut karena BBM yang mereka cari sedang kosong stoknya.
Adapun di SPBU Lirboyo dan SPBU Semampir, pengelola memasang pemberitahuan jika dua BBM tersebut sedang dalam proses pengiriman. “Ini (indikator BBM) sudah kedap-kedip. Kalau tidak diisi takutnya kehabisan. Jadi isi seadanya dulu,” terang Zahwa, warga Kecamatan Kota Kediri yang terpaksa membeli pertamax turbo.
Perempuan berusia 25 tahun itu menjelaskan, pada Kamis (15/10) malam dia sempat mengantre di SPBU Joyoboyo. Namun, karena sedang tidak enak badan dia memilih pulang sebelum gilirannya tiba.
Sayang, saat dia kembali kemarin pagi, stok pertalite dan pertamax di sana sudah habis. “Biasanya membeli pertalite dan pertamax. Kalau pertamax turbo kan jarang ya. Yang penting motor ada isinya dulu dan bisa jalan,” beber ibu dari dua anak itu.
Informasi yang dihimpun dari petugas SPBU Joyoboyo, stok pertamax sudah kosong sejak Kamis. Sementara stok pertalite baru kosong kemarin. Kapan stok dua jenis BBM itu datang? Pegawai yang menolak namanya dikorankan itu tidak bisa memberi kepastian. “Belum tahu, ya,” katanya pendek.
Terpisah, Ro, salah satu pemilik SPBU di Kabupaten Kediri menyebut kekosongan stok pertalite dan pertamax itu akibat pembatasan pasokan BBM dari Pertamina. “Biasanya DO (delivery order) los. Sekarang dibatasi,” akunya tentang kebijakan selama sebulan terakhir ini.
Sebelumnya, Ro mengaku biasa order sampai 24 ton per hari. Adapun sekarang dibatasi hingga kurang dari separo. “Sebelumnya pesan berapa pun langsung dikirim. Sekarang pesan 24 ton itu dikirim hanya delapan ton, nanti dikirim lagi delapan ton beberapa hari setelahnya,” lanjut Ro.
Pengiriman yang tak sesuai order itu, diakui Ro mengakibatkan stok BBM di SPBU kosong. Di gerainya, stok pertalite sempat kosong pada Kamis (15/10) malam. Mereka baru mendapat kiriman pukul 08.00 (16/10) kemarin.
Dengan banyaknya stok SPBU yang kosong, Ro memprediksi pertalite sebanyak delapan ton miliknya bisa habis pada Jumat (16/10) malam. “Jadi selain pembatasan pesanan, pengiriman juga terlambat beberapa jam,” jelas Ro.
Sementara itu, Manager Communication, Relation and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi beralasan, kekosongan stok BBM karena masih menunggu proses pengiriman. “Saat ini proses menunggu ketibaan mobil tangki di SPBU tersebut,” ujar Ahad.
Terkait stok, Ahad menyebut jumlah BBM di kapal tanker maupun di terminal dalam posisi terjaga dan tersedia. “Masyarakat agar tetap tenang, bijak dalam memilih dan memilah informasi yang beredar. Bijak dalam menggunakan energi sesuai kewajaran dan kebutuhan,” tandasnya.