Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus MSCI Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo ke MSCI: Indonesia Tidak Takut Siapa Pun! - Kompas

    4 min read



    JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan Indonesia tengah ditakut-takuti oleh penyedia indeks pasar saham asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley Capital International (MSCI).

    Prabowo menekankan kepada MSCI bahwa Indonesia tidak takut terhadap siapapun.

    Hal tersebut Prabowo sampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

    "Kesulitan kita masih banyak, gangguan masih banyak, kita terus diadang, ada apa itu? Macam-macam lah. MSCI, macam-macam. Dia mau takut-takuti kita. Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapapun, dan tidak akan gentar," ujar Prabowo disambut tepuk tangan.

    Prabowo: Indonesia Tidak Takut MSCI

    Baca juga: Prabowo Akui Koalisinya Besar, Ingin Semua Kekuatan Bersatu demi Rakyat

    Prabowo menyampaikan, pemerintah tidak akan takut, mengingat Indonesia tidak kenal menyerah.

    "Saudara sekalian, kita tidak takut. Kita punya kekuatan, kita punya keberanian, dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah," ucapnya.

    Sementara itu, Prabowo membeberkan pemerintah akan kembali melakukan penghematan besar-besaran.

    "Kalau perlu, kita adakan penghematan besar-besaran. Kita lebih hemat lagi nanti," imbuh Prabowo.

    Indonesia terancam turun status

    MSCI mengumumkan akan melakukan konsultasi resmi untuk menentukan apakah status Indonesia sebagai pasar berkembang (emerging market) akan diturunkan menjadi pasar mandiri (stand-alone market).

    Baca juga: Akui Kabinet Gemuk, Prabowo: Negara Kita Fisiknya Sebesar Eropa

    MSCI menyebut sejumlah persoalan struktural sebagai alasan dilakukannya konsultasi tersebut, termasuk struktur kepemilikan yang tidak transparan, kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi, serta praktik perdagangan yang terkoordinasi. Pengumuman tersebut kemudian diikuti kejatuhan tajam pasar saham Indonesia.

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,6 persen pada Jumat (16/10/2026).

    Penurunan tersebut menghapus sekitar 85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.528 triliun kapitalisasi pasar.

    Pada Senin (19/10/2026), IHSG kembali turun 3,64 persen dan ditutup di level 4.996,00, yang menjadi level terendah dalam enam tahun.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Prabowo di Pusaran Jokowi-Megawati: Hubungan Segitiga Rumit, Mana Lawan Mana Kawan?

    Komentar
    Additional JS