Rekam Jejak Luky Alfirman, Dahulu Dicopot Purbaya Kini Jadi Wamenkeu - Beritasatu

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) untuk sisa masa jabatan 2024-2029, Kamis (1/10/2026).
Luky merupakan satu dari dua Wamenkeu yang dilantik Prabowo pada hari ini. Selain Luky, Prabowo melantik Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wamenkeu untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Wamenkeu Juda Agung.
Pelantikan tersebut menandai kembalinya Luky ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu), institusi yang telah menjadi bagian dari perjalanan kariernya selama puluhan tahun.
Luky mengaku bersyukur dapat kembali ke Kemenkeu setelah sempat tidak lagi menjabat di kementerian tersebut. Dia juga mengaku merasakan berbagai perasaan setelah mendapat kepercayaan baru sebagai Wamenkeu.
“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kendaknya saya bisa kembali lagi ke sini,” ujar Luky dalam konferensi pers di kantor Kemenkeu, Kamis (1/10/2026).
Luky memulai kariernya di Kemenkeu sejak 1995. Sebelum ditunjuk sebagai Wamenkeu, jabatan terakhir yang diembannya adalah Direktur Jenderal Anggaran.
Namun, Luky diberhentikan dari jabatan tersebut efektif 21 April 2026 ketika Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Setelah pemberhentian tersebut, Purbaya belum memberikan jabatan baru kepada Luky dan mengatakan masih mencari posisi yang sesuai. Dalam perkembangannya, nama Luky juga sempat muncul dalam pemberitaan terkait persoalan pengadaan motor listrik untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Kini, setelah kembali ke Kemenkeu, Luky mengaku perlu mengejar berbagai perkembangan yang berlangsung selama dirinya tidak berada di kementerian tersebut.
“Kemarin saya ada masa hibernasi Pak Menteri. Jadi saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak Ibu sekalian. Untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perlombaan yang terkini,” jelasnya.
Dalam menjalankan tugas barunya sebagai Wamenkeu, Luky mengatakan dirinya tidak membawa program khusus. Menurut dia, Wamenkeu merupakan bagian dari jajaran pembantu Presiden dan Menteri Keuangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya bilang, enggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami ini pembantu Presiden, pembantu Menteri Keuangan. Kami tugasnya adalah membantu, memastikan, memfasilitasi,” kata Luky.
Meski demikian, Luky mengungkapkan tiga agenda yang menjadi pembahasan awalnya bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Pertama, memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berjalan hingga akhir tahun. Menurut Luky, waktu yang tersisa semakin terbatas sehingga penyelesaian APBN 2026 menjadi salah satu pekerjaan utama.
Kedua, mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027. Luky mengatakan pengesahan APBN oleh DPR bukan berarti seluruh pekerjaan telah selesai karena masih terdapat berbagai persiapan sebelum anggaran tersebut dapat dijalankan.
Ketiga, melakukan konsolidasi internal untuk melanjutkan reformasi dan transformasi di Kemenkeu.
“Sekali lagi kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, kepada Pak Menteri yang sudah memberikan kepercayaan amanah ini kepada kami, sangat-sangat berat. Kami sekali lagi mohon bantuan, dukungan, kerja sama dari teman-teman sekalian supaya kita bisa melaksanakan tugas kita dengan sebaik-baiknya untuk bangsa dan negara Indonesia yang tercinta,” pungkas dia.