Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Karangetang Gunung Meletus Lintas Peristiwa Spesial

    Suara Gemuruh Terdengar, Gunung Karangetang Semburkan Lava Pijar - Kompas

    4 min read



    MANADO, KOMPAS.com – Gunung Karangetang yang terletak di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi pada Senin (26/10/2026) dini hari.

    Letusan vulkanik tersebut terjadi pada pukul 03.20 WITA dengan lontaran material pijar setinggi sekitar 200 hingga 300 meter dari puncak kawah utara.

    Petugas Pengamat Gunung Api Karangetang, Muhamad Fadlan Rasyidin Bina, menjelaskan bahwa tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.

    Kendati demikian, erupsi terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 50 milimeter serta durasi sementara sekitar tiga menit 30 detik.

    BEGINU : Cerita Membuat Orang Belajar Tanpa Digurui

    "Erupsi diawali letusan eksplosif kecil yang melontarkan material pijar ke sejumlah arah, yakni selatan, barat daya, barat, dan barat laut. Jarak lontaran material dilaporkan mencapai sekitar 200 meter dari puncak Kawah Utara," ujar Muhamad Fadlan, Senin.

    Baca juga: Gunung Karangetang Erupsi, Material Pijar Terlontar hingga 300 Meter

    Kolom Asap dengan Ketinggian 800 Meter

    Kolom asap kawah turut teramati mencapai ketinggian sekitar 800 meter dengan arah condong ke sektor barat daya.

    Aktivitas erupsi tersebut kemudian diikuti oleh proses efusif berupa luncuran guguran lava pijar.

    Ke arah selatan, jarak luncur lava tercatat sejauh 200–700 meter.

    Sementara di sektor barat dan barat daya, aliran lava yang melintasi jalur Kali Hiung, Kali Sumpihi, Kali Kinali, Kali Pangi, serta Kali Kiawang diperkirakan mencapai jarak 700 hingga 1.000 meter.

    Adapun di sektor barat laut, lelehan lava pijar terpantau meluncur sejauh 500–700 meter melalui jalur Kali Batuare, Kali Batukole, dan Kali Malrbuhe.

    "Suara gemuruh dan dentuman akibat aktivitas vulkanik tersebut terdengar jelas hingga Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang," kata Fadlan.

    Status Waspada dan Imbauan Zona Bahaya

    Hingga saat ini, aktivitas erupsi masih terus berlangsung. Berdasarkan tingkat kegiatannya, gunung berapi dengan ketinggian 1.784 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih ditetapkan pada Level II (Waspada).

    Pihak pengamatan mengimbau masyarakat, pendaki, serta wisatawan agar tidak mendekati, mendaki, atau melakukan aktivitas apa pun di dalam radius prakiraan bahaya.

    Wilayah yang harus dikosongkan mencakup radius 1,5 kilometer dari puncak Kawah Dua atau Kawah Utara serta Kawah Utama di sektor selatan, ditambah perluasan zona bahaya sektoral ke arah selatan dan barat daya sejauh 2,5 kilometer.

    Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi susulan guguran lava dan awan panas guguran. Tumpukan material lava di lereng dinilai masih labil dan rentan runtuh, terutama di sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.

    Selain itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran aliran sungai berhulu dari puncak Gunung Karangetang diingatkan agar siaga menghadapi potensi ancaman lahar hujan maupun banjir bandang.

    "Aliran material tersebut berpotensi mencapai kawasan pantai melalui jalur sungai," pungkasnya.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Media Asing Soroti Gangguan Penerbangan akibat Erupsi Anak Krakatau

    Komentar
    Additional JS