Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bakteri Berita Dunia Internasional Featured Kasus Kesehatan Lintas Peristiwa Pes Rusia Spesial

    Tabung Bakteri Pecah di Rusia, 1 Pekerja Lab Meninggal akibat Pes, 197 Orang Diisolasi - Kompas

    9 min read

     


    IRKUTSK, KOMPAS.com – Seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, Rusia, meninggal setelah dilaporkan terpapar bakteri penyebab pes.

    Perempuan tersebut diduga terpapar ketika sebuah tabung reaksi berisi bakteri hidup tidak sengaja pecah saat ia mengambil sampel untuk pengujian.

    Insiden itu kemudian membuat otoritas kesehatan menempatkan hampir 200 orang yang berpotensi melakukan kontak dengannya dalam isolasi dan pengawasan medis.

    Seperti dilaporkan The Moscow Times pada Jumat (2/10/2026), setidaknya 197 orang yang kemungkinan sempat berkontak dengan pekerja laboratorium tersebut telah ditempatkan dalam isolasi medis.

    Misteri Kebocoran Virus di Lab Rusia, Peneliti 28 Tahun Tewas

    Baca juga: Bisa Kejar Manusia, Kutu Pemburu Ini Bawa Virus Mematikan

    Lebih dari 100 orang di antaranya menjalani pemantauan di bangsal rumah sakit.

    Meski demikian, pemerintah daerah mengatakan sejauh ini tidak ditemukan tanda-tanda penyakit pada orang-orang yang telah diidentifikasi sebagai kontak pasien.

    "Semua orang yang teridentifikasi melakukan kontak telah ditempatkan dalam pengawasan medis. Hingga hari ini, mereka yang melakukan kontak tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit dan hasil pemeriksaan laboratorium mereka negatif," tulis Gubernur wilayah Irkutsk Igor Kobzev melalui Telegram pada Jumat, seperti dikutip The Moscow Times.

    Baca juga: [POPULER TREN] Cara Cek Penerima BSU 2026 Pakai NIK KTP | Sosok 2 Pilot yang Selamatkan Pesawat FlyDubai

    Kobzev menyampaikan pernyataan tersebut setelah bertemu dengan Kepala badan perlindungan konsumen Rusia Rospotrebnadzor, Anna Popova, untuk mengoordinasikan langkah penanganan darurat.

    Ia juga meminta masyarakat tetap tenang.

    Tabung berisi bakteri hidup dilaporkan pecah

    Pekerja laboratorium yang meninggal tersebut diidentifikasi oleh media independen Lyudi Baikala atau People of Baikal dan stasiun televisi REN TV sebagai Daria Sh.

    Perempuan berusia 27 atau 28 tahun itu bekerja di sebuah institut antipes di Irkutsk.

    Baca juga: Pertarungan Nadiem vs Jaksa Berlanjut ke Arena Kasasi

    Menurut laporan media setempat, Daria sempat memberi tahu tenaga kesehatan bahwa dirinya secara tidak sengaja memecahkan tabung reaksi yang berisi bakteri hidup ketika sedang mengambil sampel untuk pengujian.

    Belum dijelaskan secara rinci kapan insiden di laboratorium tersebut terjadi.

    Daria kemudian dirawat di rumah sakit pada Selasa setelah mengalami gejala pneumonia berat di Shelekhov, sebuah kota dekat ibu kota wilayah Irkutsk.

    Baca juga: Bunga Kredit Tinggi Bikin Warga AS Tunda Renovasi Rumah

    Kondisinya memburuk hingga membutuhkan bantuan ventilator.

    Berdasarkan laporan media yang dikutip The Moscow Times, Daria meninggal pada Kamis.

    Pemimpin Republik Buryatia yang bertetangga dengan wilayah Irkutsk, Alexei Tsydenov, kemudian mengonfirmasi bahwa perempuan tersebut meninggal akibat suatu bentuk penyakit pes.

    Baca juga: Densus 88 Tangkap 11 Terduga Terorisme di 6 Provinsi, Mana Saja?

    Namun, ia tidak menjelaskan jenis pes yang menginfeksi korban.

    Sebelumnya, pejabat Irkutsk hanya menyebut penyakit yang dialami pekerja laboratorium tersebut sebagai "infeksi yang sangat berbahaya".

    Ilustrasi laboratorium penguji.

    Lihat Foto

    Hampir 200 orang diisolasi

    Kematian pekerja laboratorium itu mendorong otoritas melakukan pelacakan terhadap orang-orang yang kemungkinan sempat melakukan kontak dengannya.

    Baca juga: Indonesia Vs Thailand, Gajah Perang Tak Gentar Hadapi Ribuan Fans di GBK

    Sedikitnya 197 orang kemudian ditempatkan dalam isolasi medis, termasuk lebih dari 100 orang yang berada di bangsal rumah sakit.

    Rumah sakit distrik Shelekhov juga ditempatkan dalam status karantina sambil menunggu penilaian dari komisi khusus.

    Selain itu, otoritas membatalkan sejumlah kegiatan publik yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Irkutsk.

    Baca juga: Kisah Kejayaan Batik Ponorogo yang Kini Tinggal Nama Jalan dan Bangunan Tua

    Aparat penegak hukum juga dilaporkan membuka penyelidikan pidana terkait kemungkinan pelanggaran aturan keselamatan kesehatan yang berujung pada kematian.

    Meski langkah pencegahan diperketat, otoritas mengatakan seluruh orang yang telah diidentifikasi sebagai kontak sejauh ini tidak menunjukkan gejala.

    Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap mereka juga dilaporkan negatif.

    Baca juga: Bruno Fernandes: Cristiano Ronaldo Tetap Jadi Simbol Terbesar Portugal

    Tidak ada wabah pes di Buryatia

    Tsydenov mengatakan pekerja laboratorium yang meninggal tersebut tidak pernah berkunjung ke Republik Buryatia.

    Mengutip informasi dari Rospotrebnadzor dan pemerintah Buryatia, ia juga mengatakan infeksi yang dialami korban tidak berkaitan dengan wilayah tersebut.

    "Tidak ada wabah pes di republik ini, termasuk di daerah yang berbatasan dengan Mongolia," tulis Tsydenov di media sosial, seperti dikutip The Moscow Times.

    Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan penyebaran penyakit setelah kasus di Irkutsk diketahui publik.

    Baca juga: Virus Sangat Berbahaya Bocor dari Lab Siberia Rusia, Tewaskan Peneliti

    Sejumlah laporan media menyebut dugaan infeksi yang dialami pekerja laboratorium itu sebagai pes pneumonia atau pneumonic plague.

    Pes jenis tersebut menyerang paru-paru dan dapat menular antarmanusia melalui percikan pernapasan.

    Namun, bentuk penyakit pes yang dialami korban belum dikonfirmasi secara spesifik dalam pernyataan Tsydenov.

    Otoritas Irkutsk untuk sementara terus melakukan pengawasan terhadap orang-orang yang sempat melakukan kontak dengan pasien serta menjalankan langkah penanganan untuk mencegah kemungkinan penyebaran lebih lanjut.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS