Tekan Pengangguran, Job Fair Boyolali Buka Hampir 2.000 Lowongan - Liputan6
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Job-fair-lowongan-3.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pemkab Boyolali menggelar Job Fair 2026 di halaman Dinkopnaker Boyolali, Jumat (23/10/2026), dengan hampir 2.000 lowongan dari 48 perusahaan dan sejumlah lembaga penyalur kerja.
- Bupati Boyolali Agus Irawan menyebut jumlah pengangguran di Boyolali masih sekitar 19.000 orang.
- PT Wanhe Garment Indonesia membutuhkan sekitar 6.000 karyawan untuk berbagai posisi, mulai operator hingga level manajerial dan supervisor.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kembali menggelar Job Fair 2026 dengan menyediakan hampir 2.000 lowongan pekerjaan dari 48 perusahaan dan beberapa lembaga penyalur kerja.
Job Fair 2026 tersebut digelar di halaman Kantor Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, Jumat (23/10/2026).
Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat mempertemukan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
"Hampir 2.000 lowongan pekerjaan. Monggo warga masyarakat yang mungkin mencari pekerjaan, lowongan-lowongan pekerjaan ini sudah kita mulai buka di Kabupaten Boyolali," kata Agus saat meninjau stan Job Fair 2026.
Menurutnya, Pemkab Boyolali tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi masyarakat secara umum.
Lowongan pekerjaan juga disediakan bagi penyandang disabilitas.
"Jadi pemerataan kebutuhan pekerjaan kita berikan semuanya di Kabupaten Boyolali," ujarnya.
Agus mengatakan jumlah pengangguran di Boyolali saat ini masih berada di kisaran 19.000 orang.
Baca juga: Satpol PP Solo Akui Copot Baliho Protes Mahasiswa, Dalih Jaga Ketertiban & Pesan Sudah Tersampaikan
Dengan dibukanya ribuan lowongan melalui Job Fair 2026, dia berharap angka pengangguran di Boyolali dapat ditekan.
"Jumlah pengangguran kita kan ada 19.000 sekian. Nah, ini kita sudah mulai membuka lowongan pekerjaan 2.000 lebih, semoga nanti bisa mengurangi angka pengangguran," katanya.
Pemkab Boyolali, lanjut Agus, juga tidak hanya mengandalkan sektor industri dalam menyediakan lapangan pekerjaan.
Peluang kerja akan terus didorong melalui berbagai sektor, termasuk pertanian dan kewirausahaan.
"Kita berusaha juga untuk turun di pertanian, di bidang-bidang yang lainnya. Kita semuanya berkolaborasi bersama-sama, baik itu di swastanya, perusahaan-perusahaan ataupun di kelompok-kelompok taninya untuk lowongan pekerjaan," jelasnya.
"Karena pekerjaan tidak hanya di perusahaan saja, tapi juga bisa di wirausaha. Ini yang kita dorong bersama-sama," imbuh Agus.
Agus menambahkan, tingginya minat masyarakat terhadap informasi lowongan kerja juga terlihat dari banyaknya pesan yang diterimanya.
Bahkan, masyarakat disebut kerap mengirim pesan langsung untuk menanyakan informasi lowongan pekerjaan.
"Lumayan banyak kemarin yang DM, 'Pak, lowongan pekerjaan, lowongan pekerjaan.' Nah, ini sudah kita mulai buka semuanya," ungkapnya.
Perusahaan Garment Membutuhkan 6000 Karyawan
Untuk memperluas informasi, Pemkab Boyolali juga akan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) agar informasi perusahaan yang membuka lowongan dapat disebarluaskan melalui berbagai media.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengetahui perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja beserta posisi yang tersedia.
Salah satu perusahaan yang membuka peluang kerja dalam jumlah besar adalah PT Wanhe Garment Indonesia.
HR PT Wanhe Garment Indonesia, Volia Mega Rosi, mengatakan pihaknya bahkan membutuhkan sekitar 6.000 karyawan.
"Lowongan di Wanhe itu kita butuh 6.000 karyawan. 6.000 karyawan dengan semua posisi, dari operator sampai level manajerial, supervisor," kata Volia.
Dari berbagai posisi tersebut, kebutuhan paling banyak saat ini berada di level operator.
Menurutnya, hal itu berkaitan dengan proses produksi perusahaan yang bergerak di bidang rajut.
"Posisinya untuk saat ini yang paling banyak adalah operator. Kami itu main prosesnya adalah rajut, jadi paling banyak dibutuhkan adalah operator untuk linking, linking process," jelasnya.
Dengan kebutuhan tenaga kerja yang mencapai ribuan orang, keberadaan Job Fair 2026 diharapkan menjadi salah satu pintu masuk bagi masyarakat Boyolali dan sekitarnya untuk mendapatkan pekerjaan. (*)