Universitas Diponegoro Hadirkan Praktik Ekstraksi DNA Melon untuk Siswa SMA YSKI Semarang - Aktualita.co
Semarang, Aktualita.co — Tim dosen Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro (Undip), menghadirkan pembelajaran bioteknologi secara aplikatif bagi siswa SMA Kristen YSKI Semarang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada prinsip dasar ekstraksi DNA tanaman dengan menggunakan buah melon sebagai bahan praktik. Program ini sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan konsep biologi molekuler, genetika, keragaman genetik, hingga pemuliaan tanaman.
Kegiatan mendapat dukungan dari SMA Kristen YSKI Semarang. Guru pendamping, Eci, turut mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, tim dosen Universitas Diponegoro yang terlibat terdiri atas Bagus Herwibawa, Fajrin Pramana Putra, Syaiful Anwar, Karno, dan Florentina Kusmiyati.
Melalui kolaborasi tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana konsep biologi molekuler diterapkan dalam proses ilmiah sederhana.
Mengenalkan DNA Lewat Praktik Sederhana
Ekstraksi DNA dipilih karena materi genetik berada pada tingkat sel dan molekul sehingga tidak dapat diamati secara langsung dalam pembelajaran biasa.
Melalui praktik sederhana, siswa diajak memahami bahwa konsep DNA yang selama ini dipelajari melalui teori memiliki proses ilmiah yang dapat dikenali melalui percobaan menggunakan bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melon dipilih sebagai bahan utama karena mudah ditemukan dan cukup familiar bagi siswa. Selain itu, buah tersebut dinilai relevan untuk menjelaskan hubungan antara DNA dengan genetika serta berbagai karakter tanaman.
Siswa diperkenalkan pada pemahaman bahwa setiap organisme memiliki materi genetik yang membawa informasi mengenai karakter tertentu.

Pembahasan kemudian dikembangkan pada hubungan antara variasi genetik, perbedaan karakter tanaman, pemilihan genotipe, hingga pemuliaan tanaman.
Siswa Praktik Ekstraksi DNA Melon
Dalam sesi praktik, siswa diperkenalkan pada sejumlah tahapan sederhana untuk memperoleh material yang mengandung DNA dari jaringan melon.
Jaringan tanaman diproses menggunakan larutan yang terdiri atas deterjen, garam, dan alkohol dingin. Setiap bahan diperkenalkan berdasarkan fungsi dan prinsip kerjanya.
Proses dimulai dari penghancuran jaringan dan pelepasan isi sel, dilanjutkan dengan penyaringan hingga pengendapan material yang mengandung DNA.

Para siswa kemudian mengamati perubahan yang terjadi selama proses tersebut sembari mendapatkan penjelasan mengenai kaitannya dengan struktur sel dan materi genetik tanaman.
Praktik tersebut digunakan sebagai visualisasi edukatif mengenai prinsip dasar ekstraksi DNA dan bukan sebagai prosedur untuk menghasilkan DNA murni yang digunakan dalam analisis molekuler lanjutan.
Pendekatan ini memungkinkan siswa memperoleh gambaran awal mengenai proses ekstraksi materi genetik tanpa harus menggunakan fasilitas laboratorium molekuler yang kompleks.
Kenalkan PCR dan Elektroforesis
Selain praktik ekstraksi DNA, materi pembelajaran juga diperluas pada bioteknologi pertanian dan hubungan antara DNA dengan karakter organisme.
Tim dosen menjelaskan pentingnya keragaman genetik dalam proses pengembangan dan pemuliaan tanaman.
Melon kembali digunakan sebagai contoh untuk menjelaskan hubungan antara variasi genetik, karakter tanaman, pemilihan genotipe, hingga upaya memperoleh tanaman dengan sifat tertentu.
Para siswa juga diperkenalkan pada polymerase chain reaction (PCR) dan elektroforesis melalui materi visual serta demonstrasi.
Pengenalan tersebut memberikan gambaran mengenai sejumlah teknik yang digunakan untuk mempelajari DNA lebih lanjut dalam penelitian biologi maupun pertanian.
Pembahasan mengenai biologi molekuler kemudian dikaitkan dengan penerapannya di bidang pertanian, termasuk dalam penelitian genetika dan pengembangan varietas tanaman.
Dengan demikian, siswa memperoleh pemahaman bahwa ilmu genetika dan bioteknologi memiliki peran penting dalam mempelajari serta mengembangkan karakter tertentu pada tanaman.
Pembelajaran Lebih Interaktif
Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, demonstrasi, pengamatan terbimbing, serta interaksi langsung antara siswa dan tim dosen.
Para siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat dalam pengamatan proses, mengenali fungsi setiap bahan, serta mendiskusikan alasan ilmiah di balik setiap tahapan praktik.
Metode pembelajaran tersebut membuat materi mengenai DNA, sel, genetika, dan bioteknologi menjadi lebih kontekstual.
Siswa sekaligus dapat melihat keterkaitan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan penelitian dan teknologi yang berkembang di perguruan tinggi.
Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Sekolah
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Universitas Diponegoro dan SMA Kristen YSKI Semarang dalam memperluas pengalaman belajar siswa.
Pengetahuan serta pengalaman akademik yang berkembang di perguruan tinggi diperkenalkan melalui materi yang telah disederhanakan dan disesuaikan dengan lingkungan pembelajaran sekolah.
Bagi Universitas Diponegoro, program tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi sarana untuk membawa pengetahuan mengenai pertanian dan biologi molekuler lebih dekat kepada kalangan pelajar.
Dukungan SMA Kristen YSKI Semarang sebagai sekolah mitra turut menunjang pelaksanaan kegiatan. Mahasiswa juga dilibatkan dalam proses persiapan dan pelaksanaan program.
Keterlibatan dosen, mahasiswa, guru, dan siswa menciptakan ruang pertukaran pengalaman sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, siswa SMA Kristen YSKI Semarang memperoleh pengalaman langsung dalam mengenal DNA dan bioteknologi melalui objek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Praktik ekstraksi material yang mengandung DNA dari melon, pengenalan PCR dan elektroforesis, serta pembahasan genetika, keragaman genetik, dan pemuliaan tanaman memberikan gambaran mengenai penerapan biologi molekuler dalam bidang pertanian.
Program Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Tahun Anggaran 2026 tersebut diharapkan dapat mempertemukan pembelajaran teori dengan pengalaman praktik sekaligus memperkenalkan perkembangan penelitian dan teknologi pertanian kepada siswa.