Viral Guru di Cianjur Musnahkan Makeup Sitaan Siswa, Sekolah Beri Penjelasan - Kom6
CIANJUR, KOMPAS.com - Sebuah video yang memperlihatkan guru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memusnahkan peralatan rias atau makeup di halaman sekolah viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @smansatupacet itu, tampak sejumlah guru bersama perwakilan siswa menghancurkan barang-barang yang diduga merupakan peralatan rias hasil sitaan dari siswa.
Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut kegiatan itu sebagai bagian dari upaya penegakan kedisiplinan di lingkungan sekolah.
"Sebagai bentuk komitmen dalam menegakkan tata tertib dan kedisiplinan, sekolah melaksanakan pemusnahan barang hasil razia yang tidak sesuai dengan aturan sekolah.
Cara Baru Nonton Cerita Rakyat : Mikrodrama Verikal - BEGINU
Tindakan ini dilakukan setelah berbagai peringatan dan imbauan terkait kedisiplinan tidak diindahkan.
Kegiatan ini bukan semata-mata bentuk penindakan, melainkan juga menjadi pengingat bagi seluruh peserta didik untuk lebih memahami pentingnya menaati peraturan, menghargai tata tertib, serta bertanggung jawab atas setiap tindakan.
Mari bersama-sama membangun budaya disiplin, menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan kondusif, serta menjadikan sekolah sebagai tempat terbaik untuk belajar dan membentuk karakter."
Baca juga: Sopir Angkot Ugal-ugalan di Cianjur Tak Punya SIM dan STNK, Kendaraan Disita
Ragam Tanggapan
Video tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian mengapresiasi kebijakan sekolah tersebut, sementara lainnya menyayangkan tindakan itu karena dinilai berlebihan.
"Mantap Bapak Ibu guru, teruskan. Kadang orang tua sudah sampai berdarah-darah kasih tahu anak tetapi nga digubris. Ketegasan sekolah sama guru yang biasanya dipatuhi," tulis akun @bet* dalam kolom komentar.
"Keren sekolahnya, berani untuk tegas," sahut akun @nur*
Di sisi lain, sejumlah warganet menyayangkan keputusan pihak sekolah yang memusnahkan barang-barang tersebut.
Mereka berpendapat, barang sitaan sebaiknya disimpan dan diserahkan kepada orang tua siswa daripada dihancurkan.
"Kenapa gak di sita aja," tulis akun @naz* di kolom komentar.
"Harusnya disita aja, boleh diambil sama orang tuanya, mubazir dimusnahkan begitu," kritik akun @ahy*.
Hingga berita ini ditulis, unggahan video tersebut telah mendapat 2.500 komentar dan disukai sebanyak 22.000 kali.
Penjelasan Pihak Sekolah
Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 1 Pacet, Angga Dita Noviana, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari penegakan tata tertib dan pembentukan karakter siswa melalui program Panca Waluya.
Menurut dia, aturan mengenai penggunaan makeup dan sanksi pelanggaran telah disosialisasikan sejak Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sosialisasi juga dilakukan melalui rapat orang tua siswa kelas semua tingkatan.
Dalam rapat tersebut, orang tua telah menyetujui tindakan sekolah terhadap siswa yang melanggar tata tertib.
Baca juga: Sopir Angkot di Cianjur Minta Maaf usai Viral Berkendara Ugal-ugalan, Akui Ada Masalah Keluarga
"Ketentuan mengenai penghargaan dan poin pelanggaran sudah tercantum dalam aturan sekolah," ujar Angga saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/10/2026) petang.
Angga menambahkan, pihak sekolah secara rutin mengingatkan siswa agar mematuhi tata tertib, baik saat kegiatan setelah upacara bendera, kegiatan pembiasaan pada Jumat, maupun melalui sapaan pagi di gerbang sekolah.
"Sekolah juga telah beberapa kali menggelar razia. Barang yang diperbolehkan tetapi terkena razia dikembalikan lagi ke siswa," kata dia.
"Namun, barang sitaan milik siswa yang terus mengulangi pelanggaran meski telah diimbau, diingatkan, dan diperingatkan dapat dimusnahkan," ujarnya.
Sementara itu, bagi siswa yang memakai makeup secara berlebihan, pihak kesiswaan akan meminta mereka membersihkannya menggunakan tisu basah atau micellar water.
"Imbauan penggunaan makeup sudah ada di media sosial Dinas Pendidikan pada 12 Agustus lalu," ujar Angga.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
