Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Kasus Perancis Spesial

    Wali Kota Perancis Duduk Lemas Usai Ditendangi Pemukim Israel di Tepi Barat - Kompas

    6 min read

     

    TAYBEH, KOMPAS.com - Pemukim Israel menyerang rombongan diplomat Eropa dan menendang Bernard Baudoux (78), Wali Kota Aulnoye-Aymeries di Perancis utara, saat berkunjung ke Desa Taybeh, Tepi Barat yang diduduki Israel, Sabtu (17/10/2026).

    Akibat penendangan yang dialaminya, Baudoux terduduk lemas di tanah sembari bersandar di bodi kendaraan.

    Insiden ini menambah rangkaian kekerasan oleh pemukim Israel yang berupaya menghalangi warga Palestina memanen hasil pertanian. Angka tindak kekerasan memuncak selama musim panen zaitun 2026.

    Baca juga: Pemilu Israel 27 Oktober, Netanyahu Bisa Kehilangan Kekuasaan, tetapi Arah Politik Belum Tentu Berubah

    Sehari sebelum rombongan diplomat diserang, fotografer Amerika Serikat yang bekerja untuk The Washington Post, Heidi Levine, juga menjadi korban penganiayaan saat meliput kegiatan panen.

    Wali Kota Perancis Duduk Lemas Setelah Ditendangi Pemukim Israel di Tepi Barat

    Serangan terhadap rombongan diplomat terjadi pada hari-hari terakhir kampanye pemilihan umum, ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gencar membela kelompok pemukim untuk menggalang dukungan suara.

    Wali kota Perancis ditendangi

    Sejumlah pemukim Israel yang mengenakan penutup kepala terlibat konfrontasi dengan aktivis asing di permukiman Badui Kaabneh, wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki Israel,1  September 2026.

    Lihat Foto

    Dilansir dari AFP, insiden di Taybeh bermula ketika rombongan kendaraan perwakilan Perancis, Belgia, dan Polandia yang membawa sejumlah diplomat mengunjungi desa tersebut.

    Sejumlah saksi mata dan diplomat mengatakan kepada AFP, kunjungan itu bertepatan dengan aksi pemukim Israel yang menghalangi warga Palestina memanen zaitun.

    Para pemukim yang mengenakan penutup wajah melontarkan pernyataan agresif kepada para diplomat, kemudian menendang Baudoux.

    Dalam rekaman video yang dilihat AFP, Baudoux tampak mengenakan selempang berwarna bendera Perancis. Ia terduduk lemas di tanah sambil bersandar pada mobil.

    Dua orang yang sempat berbicara dengan Baudoux menyampaikan bahwa wali kota tersebut terluka, tetapi tidak memerlukan perawatan di rumah sakit.

    Baca juga: Israel Paksa Pesawat Ethiopian Airlines Putar Balik karena Pilotnya WNI

    Pemerintah Israel langsung mengecam penyerangan terhadap rombongan tersebut.

    "Saya mengecam keras tindakan kekerasan berat yang dilakukan oleh para perusuh Israel," ujar Menteri Luar Negeri Gideon Saar, dikutip dari AFP.

    Namun, Saar juga mengkritik pihak konsulat karena dinilai tidak berkoordinasi dengan militer terkait kunjungan itu.

    Kecaman Pemerintah Israel tersebut berbeda dengan tanggapan Netanyahu sebelumnya terhadap serangan yang menyasar wartawan.

    Netanyahu justru menyiratkan bahwa warga Palestina atau aktivis sayap kiri ekstrem turut bertanggung jawab.

    Sementara itu, Kepolisian Israel telah membuka penyelidikan resmi atas penyerangan di Taybeh.

    "Upaya sedang dilakukan untuk menemukan para korban, mengumpulkan kesaksian, dan mengidentifikasi para tersangka, dengan tujuan membawa mereka ke pengadilan," kata pihak kepolisian.

    Baca juga: Oposisi Israel Akui Salah Bunuh Ali Khamenei, Menyesal?

    Fotografer AS terluka parah

    Ilustrasi fotografer

    Lihat Foto

    Kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya terjadi pada Jumat (16/10/2026), ketika para pemukim melukai Levine saat meliput kegiatan panen.

    Sepekan sebelum kejadian itu, seorang fotografer AFP juga menjadi korban pemukulan oleh kelompok pemukim.

    Levine harus menjalani operasi pada Sabtu (17/10/2026) akibat luka parah yang membuat salah satu jari tangan kirinya hampir putus.

    Putrinya, Ashley Milner, mengatakan kepada Associated Press bahwa luka pada jari ibunya mencapai tulang hingga memperlihatkan tendon.

    Levine juga mengalami patah tulang rusuk, sejumlah tulang belakang yang patah, serta luka di berbagai bagian tubuh.

    Menurut kesaksiannya, para penyerang membawa botol dan ketapel ketika melakukan penganiayaan.

    "Mereka menendang saya selama sekitar 10 menit, sementara saya berusaha mempertahankan kamera dan tas saya," kata Levine.

    Ia menyebut helm dan rompi pelindung bertuliskan "PERS" yang dikenakannya kemungkinan telah menyelamatkan dirinya dari cedera yang lebih parah.

    Baca juga: Netanyahu Murka 2 Jurnalis Israel Bikin Film NAZA, Ancam Cabut Kewarganegaraan Mereka

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Komentar
    Additional JS