Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen, Airlangga Klaim Lebih Unggul dari Mayoritas Negara G20 - JaWa Poz

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 lebih tinggi dari mayoritas negara yang masuk dalam G20.
Ia mengatakan, di tengah ketidakpastian global pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup baik.
Adapun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 sebesar 5,47 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Dan secara kumulatif atau year to date (ytd) di angka 5,45 persen.
“Capaian ini lebih tinggi dari berbagai negara lain di negara G20, seperti China yang di angka 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, Jerman 1,2 persen, bahkan Jepang di angka 0,7 persen,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11).
Namun, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di bawah India yang tumbuh lebih tinggi, yaitu di angka 7,8 persen.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 sebesar 5,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun atau year on year (yoy).
Angka tersebut berada jauh di bawah pertumbuhan ekonomi Vietnam yang mencapai 10,0 persen pada periode yang sama.
Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap lebih tinggi jika dibandingkan dengan Singapura sebesar 5,4 persen, Malaysia 5,3 persen, Tiongkok 4,5 persen, Korea Selatan 3,4 persen, dan Amerika Serikat sebesar 2,1 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Moh. Edy Mahmud, mengatakan konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi triwulan III tahun 2026.
“Ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2026 tumbuh solid sebesar 5,47 persen secara tahunan, utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang masih terjaga,” ujar Edy dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (5/11).
Edy mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III 2026 ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh sebesar 5,04 persen atau menyumbang sebesar 2,62 persen.
Ia mengatakan, angka tersebut lebih tinggi dibanding triwulan 3 tahun sebelumnya yang tumbuh 4,89 persen.
“Kinerja konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun 2026 utamanya didorong oleh kenaikan nilai transaksi barang dan jasa secara online, peningkatan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi,” ujarnya.
Edy menuturkan, komponen lainnya yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2026 dari sisi pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).