Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kota Kediri Spesial

    Kemiskinan Kota Kediri Turun 750 Jiwa, Garis Kemiskinan Naik Rp 65 Ribu - Radar Kediri

    6 min read

     


    Pedagang Kaki Lima pakaian bekas yang sedang menjajakan dagangan
    Pedagang Kaki Lima pakaian bekas yang sedang menjajakan dagangan

     
    KOTA, JP Radar Kediri – Jumlah penduduk miskin di Kota Kediri berkurang sekitar 750 jiwa pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, penurunan tersebut berjalan beriringan
    denganmeningkatnya garis kemiskinan. Yang mana kini mencapai Rp 714.010 per kapitaper bulan.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 17,18 ribu jiwa. Angka tersebut turun sekitar 0,75 ribu jiwa dibandingkan Maret 2025.

    Secara persentase, penduduk miskin Kota Kediri mencapai 5,75 persen. Capaian tersebut turun 0,29 poin persentase dibandingkan Maret 2025. Dengan angka itu, Kota Kediri menempati peringkat kesepuluh dengan persentase penduduk miskin terendah di Jawa Timur.

    Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono mengatakan, penurunan jumlah penduduk miskin menjadi salah satu indikator positif kesejahteraan masyarakat.“Jumlah penduduk miskin Kota Kediri mengalami penurunan sekitar 750 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Emil.

    Namun, penurunan jumlah penduduk miskin tersebut tidak berarti tekanan biaya hidup ikut menurun. BPS mencatat garis kemiskinan Kota Kediri pada Maret 2026 mencapai Rp 714.010 per kapita per bulan. Nilai tersebut meningkat Rp 65.504 dibandingkan Maret 2025.

    Garis kemiskinan merupakan batas pengeluaran minimum yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang tergolong miskin. Angka tersebut mencerminkan nilai kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi seseorang dalam sebulan.

    “Naiknya garis kemiskinan menunjukkan bahwa nilai kebutuhan minimum masyarakat juga mengalami peningkatan,” jelasnya. Dari sisi kualitas kemiskinan, BPS juga mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan atau P1 sebesar 0,49. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan atau P2 berada pada angka 0,08.

    Indeks kedalaman kemiskinan menggambarkan rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. Sedangkan indeks keparahan menunjukkan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. “Selain jumlahpenduduk miskin, kedalaman dan keparahan kemiskinan juga perlu diperhatikan untuk melihat kondisi kesejahteraan masyarakat,” tambah Emil.

    Jika ditarik dalam rentang dua dekade, perkembangan kemiskinan Kota Kediri menunjukkan tren penurunan. Pada 2007, jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 35,30 ribu jiwa dengan persentase 13,67 persen. Pada Maret 2026, jumlahnya turun menjadi 17,18 ribu jiwa atau 5,75 persen.

    Dengan demikian, jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 18,12 ribu jiwa dalam kurun waktu tersebut. Rata-rata penurunannya mencapai sekitar 906 jiwa per tahun.

    Meski menunjukkan perkembangan positif, kenaikan garis kemiskinan tetap menjadi catatan penting dalam melihat kesejahteraan masyarakat. Sebab, penurunan jumlah penduduk miskin perlu diikuti peningkatan kemampuan ekonomi agar semakin banyak warga mampu memenuhi kebutuhan dasarnya secara berkelanjutan. (him/tar)

    Komentar
    Additional JS