Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Mengapa Polisi Memeriksa Beberapa Perwira Tinggi | tempo.co

    3 min read

     


    Selain Ahrie Sonta dan beberapa jenderal bintang dua lainnya, ada pula perwira menengah yang menjalani penempatan khusus.

    3 November 2026 | 16.50 WIB

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru Suyudi Ario Seto (kanan) bersalaman dengan mantan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, setelah mengikuti upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, 1 Oktober 2026. Tempo/Imam Sukamto
    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru Suyudi Ario Seto (kanan) bersalaman dengan mantan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, setelah mengikuti upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, 1 Oktober 2026. Tempo/Imam Sukamto

    TIM Direktorat Siber Bareskrim Polri serta Divisi Profesi dan Pengamanan Polri menjemput Kepala Divisi Hukum Polri Inspektur Jenderal Ahrie Sonta dan beberapa jenderal bintang dua lainnya serta perwira menengah berpangkat komisaris besar pada beberapa hari lalu. Ahrie kini menjalani penempatan khusus di Markas Komando Brigade Mobil Polri.

    Baca berita dengan sedikit iklan,

    Direktur Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Suhermanto belum berkenan membeberkan detail konstruksi perkaranya. “Nanti Kadiv Humas yang akan menyampaikan,” ujar Suhermanto melalui pesan singkat pada Selasa, 3 November 2026. Kadiv Humas merujuk ke Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Johnny Eddizon Isir.

    Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

    Logo

    Adapun Johnny menyatakan akan ada rilis mengenai kasus ini pada Selasa sore atau malam di Mabes Polri. “Jadi arahannya, kalau rekan-rekan sesuai dengan konteks yang ada, situasinya apa, nanti kami rilis di Mabes,” ujar johnny.

    BACA JUGA
    Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI mengumumkan penetapan tiga tersangka penyadapan Presiden Prabowo Subianto dan tokoh-tokoh publik di Jakarta, 3 November 2026. Ketiganya ialah Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Inspektur Jenderal Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso. Tempo/Amelia Rahima

    Selain Ahrie Sonta dan beberapa jenderal bintang dua lainnya, ada pula perwira menengah yang menjalani penempatan khusus. Mantan Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mendatangi gedung Bareskrim Polri pada Selasa dini hari, 3 November 2026. Listyo Sigit sempat menjalani pemeriksaan di sana. Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tak merespons saat dikonfirmasi.

    Polisi mengusut kasus dugaan akses ilegal terhadap perwira tinggi dan perwira menengah terseebut. Akses ilegal itu ditengarai terhadap beberapa pejabat tinggi negara.

    BACA JUGA
    Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers soal Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, 30 Agustus 2026. ANTARA/Nadia Putri Rahmani

    Dalam kurun pemeriksaan perwira tinggi dan menengah tersebut, polisi menyiagakan barakuda di beberapa pintu gerbang Mabes Polri sejak kemarin, Senin, 2 November 2026. Tempo mengonfirmasi pemeriksaan ini ke Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden. Namun, pesan kepada Sigit tidak terkirim, begitu pula pesan kepada Ahrie Sonta.●

    Komentar
    Additional JS