Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kesehatan Spesial TB Tuberkulosis

    Menuntaskan Pengobatan TB, Melindungi Keluarga dari Penularan - Mubadalah

    4 min read

     

    No Result View All Result

    Mubadalah.id – Di luar persoalan pemilihan obat, keberhasilan pengobatan TB sangat bergantung pada kedisiplinan pasien dalam menjalani seluruh tahapan pengobatan. Pasien harus menghabiskan obat sesuai dosis dan jangka waktu yang telah ditentukan tenaga kesehatan.

    Meskipun kondisi tubuh mulai membaik dan gejala penyakit berkurang, pasien tidak boleh menghentikan pengobatan atas keputusan sendiri. Menghentikan pengobatan sebelum waktunya dapat menyebabkan kuman TB tetap bertahan di dalam tubuh. Kondisi ini juga meningkatkan risiko penularan kepada orang lain.

    Pasien juga perlu mengenali efek samping obat yang dikonsumsi. Tidak semua efek samping menunjukkan kondisi berbahaya. Namun, pasien perlu mengetahui keluhan yang masih tergolong wajar dan gejala yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

    Apabila efek samping terasa sangat mengganggu atau membahayakan, pasien perlu segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Petugas kesehatan dapat memberikan petunjuk penggunaan obat yang lebih aman atau mempertimbangkan penggantian jenis obat sesuai kondisi pasien. Pasien sebaiknya tidak menghentikan atau mengganti obat sendiri.

    Selain menjalani pengobatan, pasien perlu memperhatikan kebutuhan tubuh dengan memperbanyak istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi. Jika memungkinkan, pasien dapat mengurangi aktivitas pekerjaan untuk sementara waktu sampai kondisi kesehatannya membaik.

    Mencegah Penularan kepada Keluarga

    Kedisiplinan menjalani pengobatan juga perlu berjalan beriringan dengan upaya mencegah penularan TB kepada orang-orang terdekat. Pasalnya, kuman TB dapat menyebar melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif pada paru-paru atau tenggorokan batuk, bersin, berbicara, maupun bernyanyi.

    Karena itu, pasien perlu menerapkan etika batuk dengan menutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau siku bagian dalam. Jika menggunakan tisu untuk menampung dahak, segera buang tisu tersebut ke tempat sampah tertutup. Jangan membuangnya sembarangan atau membiarkannya terbuka.

    Pasien juga perlu memastikan ruangan memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Selama masih berisiko menularkan, penggunaan masker dan pengaturan interaksi dengan anggota keluarga menjadi bagian penting dari pencegahan penularan.

    Dalam kondisi tertentu, pasien mungkin perlu tidur terpisah sementara dari anggota keluarga, terutama pada masa awal pengobatan. Namun, keputusan mengenai lamanya tindakan pencegahan perlu mengikuti hasil pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan. Dengan demikian, perlindungan terhadap keluarga tetap berjalan tanpa menimbulkan pembatasan yang tidak diperlukan.

    Perhatian terhadap pencegahan penularan juga penting ketika pasien TB melahirkan. Bayi yang lahir dari ibu dengan TB perlu mendapatkan pemeriksaan untuk mengetahui apakah telah mengalami infeksi atau penyakit TB. Tenaga kesehatan akan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kebutuhan obat pencegahan atau pengobatan serta pemberian vaksin BCG sesuai kondisi bayi.

    Ibu dan bayi tidak selalu harus dipisahkan. Pemberian ASI juga dapat dilanjutkan dengan memperhatikan kondisi kesehatan ibu, jenis pengobatan yang digunakan, serta langkah pencegahan penularan yang dianjurkan tenaga kesehatan. []

    *)Sumber Tulisan: Buku Bila Perempuan Tidak Ada Dokter karya A. August Burns dkk, hlm 516.

    Continue Reading

    Redaksi

    Komentar
    Additional JS