Prabowo: Negara Berhasil adalah yang Rakyatnya Tidak Lapar - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, sebuah negara yang berhasil adalah negara yang adil, damai, dan rakyatnya tidak kelaparan.
Prabowo menekankan, ketika sebuah negara sudah merdeka, itu artinya mereka bebas dari ketergantungan bangsa lain, serta dapat memberi kehidupan yang baik kepada seluruh rakyat.
Hal tersebut Prabowo sampaikan saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026), seperti ditayangkan YouTube Setpres, Sabtu (31/10/2026).
"Negara yang berhasil adalah negara yang tidak ada rakyatnya yang lapar. Negara yang berhasil adalah negara di mana ada keadilan. Negara yang berhasil adalah negara yang hidup dalam keadaan damai," ujar Prabowo.
Prabowo Puji Kinerja Menteri Alumni Taruna Nusantara, Ada Seskab Teddy dan AHY
Baca juga: Respons Koalisi Prabowo soal Putusan MA tentang Suket Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat
Prabowo menyampaikan, semua yang ia sebutkan itu merupakan cita-cita pendiri bangsa Indonesia.
Terlebih, kata dia, tidak mungkin ada orang tua yang ingin anaknya gagal dalam hidup.
"Apa pun agama kita, apa pun suku kita, apa pun ras kita, apa pun latar belakang kita, setiap orang tua menginginkan anak-anaknya hidup dengan baik," tegasnya.
Lebih jauh, Prabowo mengatakan, kunci daripada keberhasilan pembangunan negara adalah pendidikan.
Baca juga: Prabowo Puji Kinerja Menteri Alumni Taruna Nusantara, Ada Teddy hingga AHY
Untuk mendapatkan pendidikan yang baik, lanjut dia, maka dibutuhkan guru yang hebat.
Namun, dalam mencari guru hebat, dibutuhkan investasi besar.
"Pendidikan dari sangat awal. Pendidikan dari sebelum lahir. Pendidikan orang tua. Pendidikan usia dini. Pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah lanjutan dan seterusnya. Pendidikan ada yang formal, ada yang informal. Kunci daripada negara yang berhasil adalah pendidikan," kata Prabowo.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Prabowo: Belajar Sejarah, Jangan Ulangi Kesalahan Pendahulu-pendahulu Kita
