Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Keuangan Spesial

    Program 1 Orang 1 Rekening Terealisasi 2 Bulan Lagi, Isinya Saldo Rp 50.000 - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program 1 Orang 1 Rekening masih dalam tahap finalisasi.

    Pemerintah menargetkan program pembukaan rekening gratis tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

    “Yang rekening gratis masih dalam pematangan. Dalam dua bulan ini akan direalisasikan,” ujar Airlangga dalam siaran pers Bakom RI, Kamis (5/11/2026) malam.

    Baca juga: Stimulus Pemerintah Akhir 2026: Satu Orang Satu Rekening hingga Diskon Tiket Nataru

    Program 1 Orang 1 Rekening ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi pada akhir 2026.

    Program 1 Orang 1 Rekening Terealisasi 2 Bulan Lagi, Isi Saldo Rp 50.000

    Airlangga menyebutkan, program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, sekaligus mempermudah penyaluran bantuan sosial agar lebih cepat dan tepat sasaran.

    Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan pembukaan rekening bagi sekitar 25,16 juta penduduk berusia 17 tahun ke atas dari kelompok desil 1 hingga 4 yang belum memiliki rekening bank.

    Setiap rekening akan mendapatkan saldo awal sebesar Rp 50.000 dengan kebutuhan anggaran mencapai sekitar Rp 1,28 triliun.

    Baca juga: Anggaran Program Satu Orang Satu Rekening Turun Jadi Rp 1,28 Triliun, Ini Penyebabnya

    Selain pembukaan rekening gratis, pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 10 kilogram bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

    Pemerintah turut berencana memberikan Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp 900.000 untuk 13,3 juta pekerja.

    “Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp 900.000 bagi 13,3 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta atau di bawah UMP (upah minimum provinsi),” kata Airlangga.

    Insentif transportasi Natal dan tahun baru

    Selanjutnya, Airlangga membeberkan, pemerintah juga memberikan insentif transportasi selama masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

    Insentif diberikan untuk moda transportasi udara, kereta api, kapal laut, serta angkutan penyeberangan.

    “PPN (Pajak Pertambahan Nilai) ditanggung pemerintah 100 persen untuk tiket pesawat ekonomi domestik per 22 Desember sampai dengan 10 Januari. Ini targetnya untuk 3,75 juta penumpang penerbangan kelas ekonomi,” kata Airlangga.

    Untuk transportasi kereta api, pemerintah memberikan diskon tiket sebesar 30 persen dengan sasaran sekitar 1,04 juta penumpang.

    Baca juga: Nataru 2026-2027, Pemerintah Siapkan Diskon Tiket Pesawat hingga Kereta Api

    Program tersebut berlaku untuk perjalanan pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

    Insentif juga diberikan kepada penumpang kapal laut milik PT Pelni dengan sasaran sekitar 414.000 orang.

    Sementara itu, tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry digratiskan dengan target penerima manfaat sebanyak 1,42 juta penumpang.

    “Periodenya 22 Desember sampai dengan 10 Januari,” ujar Airlangga.

    Dukung KOMPAS.com untuk terus memberikan fakta jernih dari lapangan. Gabung Kompas.com PLUS

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Ada BSU Rp 900.000 dan Beras 30 Kg, Ini 4 Stimulus Akhir Tahun

    Komentar
    Additional JS