Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured RANS Entertainment Spesial

    RANS Buka Suara soal Pembatalan Musisi dan Dugaan Pengerahan Warga - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengakui sejumlah pengisi acara batal tampil dalam RANS Carnival Yogyakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

    Meski begitu, perseroan membantah terlibat dalam dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000.

    Corporate Secretary RANS Chintami Maranata Sihombing mengatakan, sejumlah pengisi acara memutuskan mundur sebelum kegiatan berlangsung. Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan masing-masing musisi.

    Polemik muncul setelah Raffi Ahmad menghadiri peringatan Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

    Penjelasan Raffi Ahmad soal Acara Sumpah Pemuda yang Dihadiri Mahasiswa Gadungan

    Kehadiran Raffi Ahmad dalam kegiatan tersebut menuai polemik dan tanggapan publik. Polda Metro Jaya selaku penyelenggara telah mengklarifikasi Raffi Ahmad hadir sebagai tamu undangan.

    “Perkembangan tersebut turut mempengaruhi persiapan acara, termasuk perubahan keikutsertaan sejumlah pengisi acara dan penyesuaian partisipasi pelaku usaha,” ujar Chintami dalam keterbukaan informasi, Rabu (4/11/2026).

    Baca juga: RANS Gelar RUPSLB Hari Ini, Bahas Pergantian Direksi Usai Grandy Prajayakti Mundur

    Chintami menjelaskan, RANS Carnival Yogyakarta merupakan kegiatan hiburan gratis bagi masyarakat. Acara tersebut melibatkan musisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif lokal.

    Menjelang pelaksanaan acara, beberapa musisi yang semula dijadwalkan tampil memutuskan mundur. Perseroan menyatakan menghormati keputusan masing-masing musisi dalam menyikapi perkembangan situasi.

    RANS kemudian berkoordinasi dengan pihak terkait. Perseroan juga menyesuaikan susunan pengisi acara dan rangkaian kegiatan untuk mengantisipasi perubahan tersebut.

    “Acara tetap diselenggarakan dengan konsep yang lebih sederhana, dengan melibatkan musisi lokal, pelaku UMKM, dan komunitas kreatif serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan seluruh pihak,” paparnya.

    RANS Carnival Yogyakarta tetap berlangsung selama dua hari sesuai jadwal, meski perseroan melakukan sejumlah penyesuaian.

    Baca juga: Sebulan Melantai di Bursa, RANS Ungkap Penggunaan Dana IPO

    Bantah danai pengerahan warga Rp 50.000

    RANS juga mengklarifikasi dugaan pengerahan warga dengan imbalan Rp 50.000 yang beredar melalui pemberitaan dan pesan WhatsApp.

    Chintami menegaskan, perseroan tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. RANS membantah memberikan instruksi, menginisiasi, ataupun mendanai pengerahan warga.

    Perseroan juga membantah menginstruksikan kepolisian, perangkat kelurahan, perangkat desa, maupun pihak lain untuk mengerahkan warga.

    “Perseroan menegaskan bahwa Perseroan tidak menginstruksikan, menginisiasi, maupun mendanai pengerahan warga dengan imbalan sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan dan pesan WhatsApp yang beredar,” ucap dia.

    RANS masih mengevaluasi dampak penyesuaian penyelenggaraan acara terhadap pendapatan dan beban perusahaan.

    Evaluasi tersebut mencakup biaya yang telah maupun akan ditanggung perseroan. Perhitungan dilakukan melalui penyusunan laporan realisasi keuangan kegiatan.

    Meski proses evaluasi masih berlangsung, manajemen menilai dinamika menjelang penyelenggaraan RANS Carnival Yogyakarta tidak berdampak material terhadap kondisi perusahaan hingga 4 November 2026.

    “Walaupun nilainya masih dalam perhitungan, berdasarkan penilaian Perseroan sampai dengan tanggal tanggapan ini, kondisi tersebut tidak berpengaruh material terhadap kegiatan operasional, kinerja keuangan, arus kas, maupun kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangannya,” lanjut Chintami.

    Baca juga: Profil Grandy Prajayakti, Direktur Emiten Milik Raffi Ahmad (RANS) yang Undur Diri

    RANS berencana meningkatkan penerapan manajemen risiko untuk mengantisipasi kejadian serupa dalam penyelenggaraan kegiatan mendatang.

    Langkah tersebut mencakup penyusunan rencana antisipasi terhadap perubahan atau pembatalan pengisi acara. Perseroan juga akan meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.

    Selain itu, RANS akan memantau isu di media massa dan media sosial yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan kegiatan.

    Perseroan juga berencana memperkuat prosedur persetujuan dan pengawasan kegiatan promosi, publikasi, pemberian fasilitas, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat.

    Evaluasi juga akan mencakup aspek operasional, keamanan, reputasi, hukum, dan keuangan. Hasilnya akan menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

    Chintami menambahkan, hingga keterbukaan informasi tersebut disampaikan, perseroan tidak mengetahui adanya informasi, fakta, atau kejadian material lain yang belum disampaikan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha perusahaan.

    Dukung KOMPAS.com untuk terus memberikan fakta jernih dari lapangan. Gabung Kompas.com PLUS

    Komentar
    Additional JS