Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Kasus Spesial UBSI

    Viral Jadi Mahasiswa Gadungan, Sari Mengaku Dapat Jaket Almamater UBSI dari Orang Tak Dikenal - Kompas

    5 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Sari Putri, perempuan yang viral karena mengaku sebagai mahasiswa dalam Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Jakarta Pusat, mengaku mendapatkan jaket almamater berlogo lama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dari seseorang yang tidak dikenalnya.

    Pengakuan itu disampaikan Sari melalui video klarifikasi yang diunggah akun Instagram Keluarga Besar Mahasiswa UBSI Dewi Sartika @kbm_ubsi.dws, Sabtu (31/10/2026).

    Dalam video tersebut, Sari menegaskan bahwa dirinya bukan mahasiswa aktif UBSI. Ia juga menyebut jaket almamater yang dikenakannya merupakan pemberian seseorang.

    "Saya bukan mahasiswa aktif UBSI. Almamater yang saya gunakan merupakan pemberian dari seseorang yang tidak saya kenal dan bukan merupakan identitas resmi saya sebagai mahasiswa UBSI," ujar Sari.

    Mahasiswa di Deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI, Ini Klarifikasi BEM Undira!

    Sari mengakui penggunaan jaket almamater tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak terhadap nama baik UBSI.

    Baca juga: Sari Minta Maaf Pakai Jas Almamater UBSI Saat Deklarasi Sumpah Pemuda, Akui Bukan Mahasiswa

    Atas polemik tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak kampus.

    "Saya menyadari bahwa penggunaan almamater tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan berdampak pada nama baik institusi. Atas hal tersebut, saya memohon maaf sebesar-besarnya," ucapnya.

    Sari juga menegaskan bahwa tindakan dan pernyataannya dalam kegiatan tersebut tidak mewakili sikap resmi maupun kepentingan UBSI.

    Ia berharap masyarakat dapat menyikapi persoalan tersebut secara objektif dan tidak mengaitkan tindakannya dengan seluruh mahasiswa maupun sivitas akademika UBSI.

    Baca juga: Menelusuri Jejak Sari, Wanita yang Pakai Almamater UBSI Saat Deklarasi Sumpah Pemuda

    Sari menjadi perbincangan publik setelah diduga menjadi salah satu mahasiswa bayaran dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di kawasan Bundaran HI, Kamis (29/10/2026).

    Dalam acara tersebut, sejumlah orang yang mengenakan jaket almamater dari berbagai universitas hadir untuk meramaikan kegiatan.

    Kecurigaan terhadap status mereka sebagai mahasiswa muncul setelah salah seorang peserta bernama Dino diwawancarai Kompas.com. Saat ditanya mengenai asal kampusnya, Dino terlihat tergagap.

    Dino yang mengenakan jaket almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) sempat menanyakan asal kampusnya kepada teman di sebelahnya.

    Ia kemudian mengikuti jawaban temannya yang menyebut BSI, meskipun jaket almamater yang dikenakannya bukan milik mahasiswa BSI.

    Baca juga: Sumpah Pemuda, Mahasiswa Gadungan dan Lelucon Kampus PSI

    Cuplikan wawancara tersebut kemudian viral di media sosial. Warganet lantas mencurigai identitas peserta lain dalam acara itu, termasuk Sari.

    Sari menjadi sorotan karena terlihat mengenakan jaket almamater UBSI saat membacakan Deklarasi Pemuda Pemudi Indonesia di atas panggung.

    Warganet mempertanyakan statusnya sebagai mahasiswa UBSI karena logo universitas pada jaket yang dikenakannya merupakan logo lama.

    Logo tersebut merupakan identitas UBSI saat masih berbentuk akademi dan tidak lagi digunakan setelah institusi itu berstatus universitas pada 2018.

    Selain logo, warna jaket yang dikenakan Sari juga berbeda dari almamater resmi UBSI yang digunakan saat ini.

    Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Warga Korsel Ingin Jadi WNI, Garuk Kepala Saat Dites Pancasila

    Komentar
    Additional JS