Dirut Garuda: 135 Pilot Garuda Bukan Di-PHK, tapi Dipercepat Masa Kontrak Kerjanya - Kompas
Dirut Garuda: 135 Pilot Garuda Bukan Di-PHK, tapi Dipercepat Masa Kontrak Kerjanya - Kompas.com
Jumat, 5 Juni 2020 | 14:00 WIB
Lihat FotoJAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra membantah telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para pilotnya.
Menurut dia, perseroannya hanya mempercepat penyelesaian kontrak kerja pilot yang statusnya masih kontrak.
"Itu percepatan perjanjian kontrak. Kami tetap bayar gajinya sampai akhir kontraknya. Kami pastikan hak-hak pilot kami jalankan sesuai dengan kontraknya," ujar Irfan dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/6/2020).
Baca juga: Pandemi Corona, 70 Persen Pesawat Garuda Tak Terbang
Irfan pun membantah kabar soal akan ada gelombang PHK kepada para pilot dan kopilot Garuda Indonesia lainnya. Menurut dia, PHK merupakan opsi terakhir yang menjadi pilihan maskapainya.
"PHK jadi opsi paling akhir di Garuda. Selama masih ada cara menyelamatkan, kita akan lakukan," kata Irfan.
Sejauh ini, sebanyak 135 pilot dan kopilot Garuda Indonesia yang dipercepat masa kontrak kerjanya.
"Total ada 135 (yang dipercepat masa kontraknya) dari total 1.400-an pilot dan kopilot Garuda," ucap dia.
Sebelumnya diberitakan, maskapai penerbangan Garuda Indonesia merumahkan 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) tiga bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, langkah tersebut perlu dilakukan untuk memastikan keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi Covid-19.
"Kebijakan tersebut dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya pemutusan hubungan kerja (PHK). Di samping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan perusahaan," ujar Irfan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/5/2020).
- 151 Pedagang di 6 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya Dibaca 115555 kali
- 2UPDATE: Kini Ada 35.295 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 979Dibaca 68328 kali
- 3Terbang via Soekarno-Hatta Tak Perlu Lagi SIKM, tetapi 4 Daerah Tujuan Minta Hasil Tes Swab Dibaca 42608 kali
- 4Cerita Mbah Sukir, Spesialis Pencari Korban Tenggelam dengan Penciuman dan Naluri Dibaca 40780 kali
- 5Dilaporkan ke Polisi Terkait Aplikasi Injil Bahasa Minang, Ade Armando: Boleh Saja, Enggak Ada MasalahDibaca 40277 kali
- Luhut Soal Diskusi dengan Dosen UI: Tidak Ada yang Menang atau KalahMONEY - 19 menit lalu
- Sempat Ditutup karena Pecah Ban Pesawat, Bandara Syamsudin Noor Kembali Dibuka MONEY - 53 menit lalu
- Debat dengan Dosen Senior UI, Luhut: Analisis yang Cukup Hebat... MONEY - 1 jam lalu
- Kini Ada Aplikasi Kasvlo, Bantu UKM Mengelola Bisnis MONEY - 1 jam lalu
- Pemerintah Ingin Penghapusan Kelas BPJS Kesehatan Dilakukan Kuartal II-2020 MONEY - 1 jam lalu
- Iuran Naik, 2,3 Juta Peserta BPJS Kesehatan Turun Kelas MONEY - 2 jam lalu
- ITDC Lanjutkan Program Pencegahan Corona di Mandalika MONEY - 2 jam lalu
- PLN : 65.786 Pelanggan Lakukan Pengaduan Tagihan Listrik yang NaikMONEY - 2 jam lalu
- Ini Kelebihan dan Kekurangan Bekerja dari Rumah MONEY - 2 jam lalu